Share This Article
Mayoritas santri Pondok Pesantren Babunnajah sedang mengaji di masjid pada Kamis (20 Agustus 2026) siang. Siapa nyana, di tengah kekhusyukan itu, percikan api mulai berkobar di gedung utama, tepatnya di lantai 3.
(Onoff.id): Tak butuh lama, api merayap cepat ke kamar-kamar. Gedung dan perabotan milik santri pun ludes.
Kebakaran baru disadari setelah lidah api merambah ke berbagai arah di lantai 3 dari 4 lantai. Pihak yayasan meminta para santri tidak mendekati sumber api. Tak membuang waktu, mereka langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Pesawaran.
“Baru tahu kalau gedung kebakaran setelah api sudah cukup besar,” kata salah seorang santri yang mengaku bernama Yusuf, Jumat (21 Agustus 2026). Menurutnya, peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 14.15 WIB.
Di lantai 3, tambah Yusuf, terdiri dari kamar-kamar santri. Ponpes Babunnajah ini berada di Sungai Langka, Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran.
Menurut keterangan Bhabinkamtibmas Polsek Gedong Tataan, Aipda Ruspanuddin, dirinya langsung mendatangi lokasi kejadian sesaat setelah menerima informasi.
Kemunculan titik api pertama kali diketahui oleh seorang buruh bangunan. Dia sedang bekerja membangun ruang asrama guru di sekitar lokasi.
Kendati gedung dalam keadaan lengang, namun pada saat kebakaran, terdapat dua orang sedang berada di lantai 4. Keduanya sedang mencuci pakaian di sana.
Tak pelak, mereka sempat terjebak, lantaran akses turun ke lantai 3 sudah dipenuhi asap. Sebelum akhirnya, dengan menggunakan selang air, keduanya berhasil ke luar gedung. Kendati mengalami luka lecet pada bagian telapak tangan akibat gesekan saat turun.
Kendala Pasokan Air
Irwansyah, Kepala Pelaksana Damkar Pesawaran, segera mengirimkan petugas usai menerima laporan kebakaran di Ponpes Babunnajah.
“Laporan masuk, kita langsung kirim satu unit damkar,” katanya.

Di lokasi, terang Irwansyah, personel langsung bergerak. Karena keterbatasan pasokan air di sekitar lokasi, proses pemadaman harus dilakukan bolak-balik mengisi ulang tangki air.
Hingga akhirnya api berhasil dipadamkan secara total. Kendati demikian personel damkar tetap melakukan tahap pendinginan. Tujuannya untuk memastikan tidak ada titik api yang dapat memicu kebakaran kembali.
“Kebakaran diduga karena korsleting,” pungkas Irwansyah.
Sementara pengurus Ponpes Babunnajah, H. Warsono, menyampaikan akibat musibah ini lantai 3 bangunan mengalami kerusakan parah pada bagian atap. Keramik lantai pun terangkat.
Kebakaran juga menyebabkan hangusnya fasilitas asrama seperti 12 unit lemari kayu, 24 unit ranjang tingkat, kasur, serta pakaian milik para santri. (*)

