Share This Article
Untuk mendeteksi penyebaran tuberkulosis (TBC) di masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menggerakkan program Penemuan Kasus dan Pengobatan Terpadu (PKG Integrasi TBC). Tak kurang 25 ribu warga akan dicek oleh Dinas Kesehatan.
(Onoff.id): Dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan, Muhtadi Arsyad Temenggung, kegiatan ini menyasar kelompok rentan dan keluarga yang tinggal serumah dengan pasien positif TBC.
Petugas, imbuhnya, akan mendatangi 200 hingga 230 lokus dengan kuota sekitar seratus orang pada setiap titik penapisan lapangan.
“Prioritas pemeriksaan ditujukan kepada anggota keluarga yang salah satu anggotanya terdiagnosis positif TBC. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada kontak erat yang juga berpotensi terinfeksi,” ujar Muhtadi, Kamis (22 Oktober 2026).
Proses penapisan ini berlangsung dan dijadwalkan tuntas dalam waktu dua bulan ke depan untuk menjangkau seluruh target sasaran.
Catatan tahun sebelumnya menunjukkan ada 4.000 kasus TBC di Bandar Lampung dengan 2.500 pasien berhasil sembuh dan sisanya menjalani perawatan lanjutan.
Warga yang mendapati hasil positif wajib mengikuti prosedur pengobatan intensif selama enam bulan penuh di fasilitas kesehatan terdekat.
“Tenaga medis akan ikut menyalurkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis bagi warga yang memenuhi syarat untuk membendung risiko infeksi aktif,” terang Muhtadi.
Dia juga menghimbau agar warga segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala batuk persisten, demam, keringat malam, atau penurunan berat badan drastis.(*)

