Share This Article
Khitan (sunat) dalam Islam merupakan salah satu syariat dan ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Bagaimana agar anak tidak cemas dan malah merasa nyaman disunat? Khitan Lampung punya metode solusinya.
(Onoff.id): Namanya metode Bipolar Lem Pen Sealer Glans Protection. Lalu ada juga metode pembiusan bertekanan angin tanpa jarum suntik. Semua itu sebagai tindakan sunat yang tersedia di Khitan Lampung.
Tak pelak, proses khitan dapat diselesaikan hanya dalam waktu 15 menit saja tanpa perlu jahitan maupun perban.
Inovasi ini dihadirkan oleh dr. Sunny Wadhwa untuk menghapus trauma pada anak-anak terhadap prosedur sunat konvensional, sekaligus memberikan manfaat medis dan keabsahan ibadah secara maksimal sejak usia bayi.
dr. Sunny menjelaskan, pelaksanaan khitan sejak dini sangat selaras dengan ajaran agama dan kesehatan. Dari kacamata Islam, khitan merupakan amalan yang disyariatkan untuk menjaga kesucian alami manusia. Sehingga melaksanakan khitan lebih cepat atau sejak dini sangat dianjurkan, agar anak tumbuh dalam keadaan suci.
Dari sisi medis yang sejalan dengan syariat, khitan berfungsi mencegah penumpukan kotoran dan smegma di balik kulit kulup untuk mencegah timbulnya infeksi saluran kemih maupun peradangan organ reproduksi.
Dengan demikian, khitan memberikan manfaat ganda. Pertama demi keberkahan akhirat karena menjalankan perintah agama serta menjaga keabsahan ibadah atau thaharah. Kedua, untuk kebaikan dunia berupa kesehatan fisik dan perlindungan dari risiko penyakit sepanjang hidup.
dr. Sunny menekankan waktu paling ideal atau periode emas mengkhitan anak adalah pada usia 7 hari hingga 6 bulan.
Pada masa ASI eksklusif ini, kandungan nutrisi serta antibodi alami, seperti IgG dan IgM dari ASI, terbukti secara medis mempercepat proses penyembuhan luka dengan alami. Tanpa membutuhkan penggunaan antibiotik dosis tinggi.
“Usia terbaik untuk khitan itu sebenarnya pas bayi, usia 7 hari sampai 6 bulan. Itu golden momennya. ASI itu obat ajaib, antibodi dari ibu bikin luka sunat bayi sembuh jauh lebih cepat dibanding anak usia sekolah. Bahkan bisa tanpa antibiotik tambahan,” terang dr. Sunny Wadhwa saat ditemui oleh Onoff.id di kliniknya, Khitan Lampung, yang berada di Jln. Pulau Singkep, Sukarame, Bandar Lampung, Kamis (17 September 2026).
Metode Canggih
Meski menganjurkan tindakan sejak usia bayi, dr. Sunny menegaskan layanan khitan pada dasarnya terbuka untuk siapa saja tanpa dibatasi oleh usia, suku, maupun latar belakang agama.
Di Khitan Lampung, prinsip pelayanan kesehatan inklusif dijunjung tinggi karena manfaat medis khitan dapat dirasakan oleh seluruh kalangan masyarakat.
“Ini bisa digunakan untuk semua kalangan usia. Enggak ada batasan usia dalam Islam. Kami di sini juga alhamdulillah tidak memandang ras dan agama. Karena pertimbangan kesehatan. Malah kami pernah sunat pasien paling tua itu usianya 60 tahun. Jadi memang tidak ada batas usia,” ungkapnya.
Sejak berdiri pada 2018, klinik yang kini memiliki dua cabang ini, telah berpengalaman menangani sekitar 15.000 pasien.

Dalam perjalanan pelayanannya, dr. Sunny yang merupakan alumnus S1 Kedokteran di Universitas Sriwijaya serta mengantongi tiga gelar magister di bidang Manajemen Bisnis dari Darmajaya, Manajemen Rumah Sakit dari UGM, dan Hukum dari Universitas Saburai ini menyebut kliniknya sempat menggunakan metode tradisional pada awal berdiri.
Namun, seiring pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi medis pasca pandemi 2021, pihaknya bertransisi penuh menggunakan metode Lem Pensealer Bipolar Glans Protection.
Menurut dr. Sunny ada perbedaan besar antara prosedur lama dan metode modern. Pada metode tradisional, lanjutnya, identik dengan tingkat pendarahan yang hebat, rasa nyeri berlebih, proses pemulihan yang lambat, serta potensi tinggi terjadinya infeksi yang menghambat pengeringan luka.
Sebaliknya, teknologi canggih yang diterapkan saat ini menawarkan keunggulan berupa minim pendarahan, tanpa jahitan, tanpa jarum suntik, rasa nyeri yang sangat minim, pemulihan luka yang cepat, serta hasil pemotongan yang jauh lebih rapi dan estetik.
“Nah, metode canggih Lem Pensealer Bipolar Glans Protection ini hadir dengan beberapa keunggulan. Misalnya tidak ada alat yang menempel. Kemudian hasil rapi dan estetik. Diterapkan juga perlindungan kepala penis (Glans Protection). Terus yang enggak kalah penting adalah cepat kering juga nyaman, dan hasilnya presisi,” jelasnya.
Cukup 15 Menit Saja
Lebih lanjut dia menerangkan, secara teknis, proses tindakan diawali dengan teknologi pembiusan Fine Needle-less Injection (FNI) yang memanfaatkan tekanan angin untuk memasukkan obat bius langsung ke pori-pori kulit tanpa jarum suntik. Langkah ini terbukti efektif menghilangkan rasa takut, panik, maupun rasa sakit pada anak.
“Keunggulan utama kami di sini tanpa jahitan dan tanpa jarum suntik. Kalau kita masukin obat pakai jarum kan anak bisa kaget, menangis, bahkan lompat-lompat. Solusinya kita pakai teknologi FNI bertekanan angin yang disemprotkan agar obat bius masuk ke pori-pori kulit,” jelasnya.
“Tunggu 5 menit, habis itu mau diapain juga enggak akan terasa. Dari proses semprot sampai prosedur tindakan selesai, kita cuma butuh 15 menit. Jadi praktis banget,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan, metode ini tidak menggunakan jahitan dan perban, melainkan menggunakan lem khusus medis yang dipasok melalui distributor resmi di Jakarta.
Demikian pula saat eksekusi pemotongan, tim medis memasang pelindung Glans Protection guna memberi proteksi penuh pada kepala penis dari risiko cedera medis.
Seluruh tindakan VIP berteknologi modern ini ditawarkan dengan tarif terjangkau senilai Rp1.265.000. Dengan biaya tersebut sudah termasuk memperoleh obat-obatan, cinderamata, serta garansi penanganan hingga sembuh total.
Pascatindakan, proses pemulihan luka normal membutuhkan waktu antara 3 hingga 7 hari, atau 7 hingga 10 hari jika pasien mengalami kondisi khusus seperti fimosis atau perlengketan.
Kendati belum pulih, pasien tetap diperbolehkan mandi seperti biasa, karena akan dibekali paket perawatan lengkap berupa obat minum untuk 5 hari, salep antibiotik, serta antiseptik.(*)

