Share This Article
Langkah taktis disiapkan Pemerintah Kabupaten Pringsewu untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Bupati Riyanto Pamungkas membidik optimalisasi komoditas pangan lokal dan sektor peternakan sebagai motor penggerak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerahnya.
(Onoff.id): Rangkaian ikhtiar tersebut dibawa langsung ke tingkat pusat. Riyanto menemui jajaran Kementerian UMKM di Jakarta guna merajut kolaborasi strategis yang dapat memperluas ruang gerak pelaku usaha lokal.
Fokus utama diarahkan pada sektor hilirisasi singkong. Melalui pengembangan tepung singkong termodifikasi atau Mocaf Pringsewu, pemerintah daerah berupaya mendongkrak nilai tambah hasil pertanian, sekaligus membentangkan peluang kerja baru bagi warga.

Ekonomi Kreatif
Tidak hanya komoditas pangan, denyut ekonomi kreatif turut disentuh melalui penguatan sentra kuliner Maliosewu dan Gruput. Langkah ini diyakini mampu mendongkrak daya saing produk lokal di pasaran yang lebih luas.
“Potensi-potensi yang ada di Pringsewu ini bisa dikembangkan sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” ujar Riyanto, Kamis (17 September 2026).
Potensi peternakan kambing dan domba pun masuk dalam bidikan strategis. Komoditas tersebut diarahkan tidak sekadar berhenti pada pola budidaya konvensional, melainkan bertransformasi melalui pengolahan produk turunan yang bernilai ekonomis tinggi.
Keberhasilan rantai pasok ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektoral. Pemerintah daerah berharap dukungan penuh dari pusat dapat memperkokoh ekosistem bisnis dari hulu hingga hilir.
Seluruh agenda pembangunan ekonomi ini bermuara pada satu tujuan akhir. Pemerintah Pringsewu menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.(*)

