Share This Article
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menggenjot pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk mendongkrak sektor pariwisata ramah Muslim.
(Onoff.id): Langkah strategis itu dirancang untuk memperluas jangkauan pasar global lewat platform pemasaran daring yang terintegrasi.
Transformasi digital kini menjadi fondasi utama dalam persaingan pariwisata internasional. Hal itu disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata, Masruroh.
“Digital itu sudah sesuatu yang memang harus. Tanpa ada di dunia digital, kita itu jadi tidak ada. Jadi, kalau kita mau ada di pasar, kita harus ada di digital,” katanya, seperti dilansir MUI digital, Sabtu (17 Oktober 2026).
Masruroh menerangkan, pemerintah telah mengalihkan orientasi promosi dari metode konvensional menuju kanal digital secara masif. Portal resmi Indonesia.travel kini dilengkapi laman khusus yang menyajikan informasi lengkap seputar destinasi, kalender acara, kawasan halal, serta paket liburan.
Dukungan AI
Inovasi kementerian juga turut diperkuat oleh kehadiran Maya, asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) yang siap memandu perjalanan wisatawan. Kehadiran teknologi ini mempermudah pelancong mengakses informasi secara instan kapan pun dibutuhkan.
Penggunaan teknologi canggih ini terbukti mendongkrak posisi tawar Indonesia dalam peta pariwisata Muslim dunia. Segmen sasaran diperluas menjangkau generasi muda serta pelancong dari berbagai belahan dunia tanpa terkecuali.
“Strategi kita selain mendatangkan wisatawan luar negeri, Muslim luar negeri yang memang jumlahnya juga sudah besar, kita juga menahan wisatawan Indonesia supaya jangan keluar negeri terus. Kita di Indonesia itu juga banyak sekali daya tarik yang mereka suka,” jelas Masruroh.
Pemerintah memastikan bahwa ekosistem pariwisata ini terbuka luas bagi seluruh kalangan pelancong lintas negara dan latar belakang. Penggunaan teknologi digital diharapkan mampu mengoptimalkan potensi kekayaan Nusantara agar semakin mendunia.(*)

