Share This Article
Cuaca menjadi kendala bagi pengolah ikan asin di Pulau Pasaran. Proses pengeringan masih bergantung pada sinar matahari, sehingga hujan dan mendung dapat memperlambat produksi, menurunkan kualitas, hingga memicu kerugian.
(Onoff.id): Persoalan itu dijawab tim dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) bersama akademisi Politeknik Negeri Lampung melalui Smart Solar Fish Dryer berbasis Internet of Things (IoT).
Teknologi ini menggunakan panel surya sebagai sumber energi. Sistem tersebut dilengkapi ESP32, sensor load cell, modul HX711, LCD, dan buzzer untuk memantau penyusutan berat ikan selama pengeringan.
Data berat ikan dibaca secara real-time dan ditampilkan pada LCD. Ketika penyusutan mencapai batas yang ditentukan, buzzer berbunyi sebagai penanda proses pengeringan telah mencapai kondisi ideal.
Digitalisasi Administrasi Usaha
Selain mengenalkan teknologi surya, tim juga memberikan aplikasi manajemen usaha. Pelaku usaha dapat mencatat penjualan, mendata pelanggan, dan membuat laporan transaksi secara digital.
Program tersebut berlangsung pada 3–20 Juni 2026. Tim FTIK UTI dipimpin Fenty Ariany bersama Suaidah dan Aprilia Syah Putri, serta melibatkan mahasiswa dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Kegiatan ini mendapat hibah pengabdian kepada masyarakat dari Direktorat Pemberdayaan Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.
Ketua KUB Usaha Bahari, Toto Heriyanto, mengapresiasi teknologi surya tersebut.
“Dengan adanya Smart Solar Fish Dryer atau teknologi surya ini, serta aplikasi digitalisasi manajemen usaha, terasa bisa memberi dampak nyata. Khususnya untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi ikan asin di Pulau Pasaran,” kata Toto, baru-baru ini.
Pulau Pasaran memiliki luas sekitar 12,5–13 hektare dan dihuni ribuan warga. Mayoritas bekerja sebagai nelayan dan pengolah hasil laut.
Teknologi surya tersebut diharapkan menjadi model modernisasi pengolahan hasil laut berbasis energi terbarukan dan digitalisasi di kawasan pesisir.(*)

