Share This Article
Target besar dipasang dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026. Sebanyak 495 peserta dari berbagai kabupaten/kota kini saling membuktikan kualitas riset dan sains terbaik mereka dalam kompetisi bergengsi ini.
(Onoff.id): Ajang yang menguji 11 cabang mata pelajaran dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Aliyah tersebut resmi dimulai di MAN 1 Bandar Lampung.
Kompetisi ini mengusung tema penggabungan Islam sains dan ekoteologi untuk memacu inovasi pelajar dalam menjawab tantangan pembangunan nasional.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, membuka langsung gelaran yang menjadi transformasi besar dari Kompetisi Sains Madrasah dan Myres tersebut.
“OMI adalah ajang kompetisi sains dan riset tingkat nasional yang digagas oleh Kementerian Agama. Gelaran ini merupakan transformasi dan integrasi dari Kompetisi Sains Madrasah dan Myres,” katanya, Minggu (4 Oktober 2026).
Zulkarnain menekankan pentingnya integrasi ilmu pengetahuan dengan nilai ajaran Islam untuk melahirkan generasi yang cerdas secara spiritual maupun teknologi.
“Dari OMI kita harapkan akan muncul siswa madrasah yang memiliki kecerdasan spiritual akhlakulkarimah dan kecerdasan di bidang sains dan teknologi,” tegasnya.
Menuju OMI Nasional
Sementara itu Ketua Komite OMI Provinsi Lampung, Rika Irasanti, menyebutkan seluruh rangkaian lomba dirancang untuk menumbuhkan budaya kerja keras kejujuran serta kompetisi yang sehat.
Pihaknya optimistis para pelajar mampu mendulang prestasi gemilang di tingkat nasional. “Mudah-mudahan siswa-siswa Provinsi Lampung kembali mengukir prestasi di tingkat nasional nanti di Jakarta,” harapnya.
Pada OMI kali ini cabang yang diperlombakan terdiri dari 11 Mata Pelajaran diantaranya yaitu Jenjang MI Matematika Terintegrasi dan IPA Terintegrasi, Jenjang MTs Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, dan IPS Terintegrasi.
Kemudian Jenjang MA Matematika Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Fisika Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, EkonomiTerintegrasi, dan Geografi Terintegrasi.(*)

