Share This Article
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menghelat perlombaan literasi terbesar di tahun 2026. Perlombaan yang diperuntukkan bagi seluruh pelajar SMA dan SMK di Lampung ini dikemas dalam bentuk Lomba Penulisan Surat kepada Gubernur Lampung. Bagaimana cara mengikutinya?
(Onoff.id): Disdikbud Lampung melihat ada momentum penting yang harus dicermati para pelajar, khususnya siswa-siswi SMA dan SMK di Lampung, terkait peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November.
Para generasi muda harus mengingat jasa para pahlawan yang memiliki jiwa patriotisme tinggi. Spirit itu yang perlu dijaga dan dirawat agar tetap tumbuh di sanubari para pelajar yang kelak akan menjadi patriot pembangunan bangsa dan negara di masa mendatang.
Tahun ini pengejawantahan spirit patriotisme para pahlawan itu diwujudkan dalam bentuk membudayakan gemar membaca dan menulis di kalangan pelajar. Budaya literasi ini diyakini dapat membekali para pelajar untuk meneruskan perjuangan di masa depan.
Secara spesifik kampanye menggalakkan literasi di kalangan pelajar tersebut dikemas dalam bentuk perlombaan menulis, yakni Lomba Penulisan Surat kepada Gubernur Lampung.
“Iya benar, lomba penulisan surat bernuansa Gubernurku Pahlawanku,” jelas Hendri Std, salah satu juri dalam tim penjurian, Jumat (16 Oktober 2026).
Ia menguraikan lomba ini diperuntukkan bagi seluruh siswa/i pelajar SMA dan SMK se-Lampung. “Jadi seluruh pelajar baik kelas 10, 11 dan 12 diperbolehkan mengikuti. Lomba ini juga terbuka bagi SMA dan SMK baik negeri maupun swasta pada 15 kabupaten/kota di Lampung. Tanpa biaya pendaftaran, gratis,” urainya.
Hendri Std menambahkan, kesempatan ini hendaknya dapat dimanfaatkan oleh seluruh pelajar untuk menuliskan surat terbaiknya kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang akrab disapa Mirza.
“Ini juga kesempatan emas bagi para pelajar yang berhasil menjadi juara. Sebab para juara akan bertemu langsung dengan Gubernur Bapak Mirza dan Kepala Dinas Pendidikan Bapak Thomas Amirico. Kapan lagi punya kesempatan duduk dan ngobrol bareng para pemimpin Lampung,” katanya.
Ia juga menggaris bawahi ada kesempatan besar bagi pelajar untuk dapat menjadi juara pada perlombaan yang menyediakan hadiah jutaan rupiah ini. Karena lomba ini tidak hanya memilih para juara 1,2 dan 3 serta juara harapan 1,2 dan 3 saja. Disdikbud Lampung juga akan memilih 1 juara favorit dari masing-masing kabupaten/kota.

“Setiap kabupaten atau kota nanti akan dipilih 1 juara favoritnya, di luar dari juara 1,2 dan 3 serta para juara harapan. Karena Lampung terdiri dari 15 kabupaten/kota, maka akan ada 15 juara tervaforit. Jadi peluang untuk menjadi salah satu juara memang terbuka lebar,” kata Hendri Std yang berlatar belakang jurnalis dan penulis ini.
Ia menambahkan, para pelajar tidak perlu mendaftar atau registrasi untuk mengikuti perlombaan ini. Cukup langsung kirimkan karya sesuai ketentuan penyelenggara ke nomor Whats App: 0853‑5523‑5569
Persyaratan Perlombaan
Dalam pengumuman yang dirilis Disdikbud Lampung, perlombaan Penulisan Surat Kepada Gubernur Lampung ini terbuka bagi seluruh pelajar SMA dan SMK. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengikutkan satu karya yang dalam hal ini berupa surat.
Surat ditulis dengan tulisan tangan peserta secara rapi dan terbaca dengan menggunakan pena bertinta hitam atau biru. Jumlah kata dalam surat disusun minimal 300 hingga 400 kata.

Setelah selesai ditulis tangan, surat kemudian dipindai atau scan ke dalam format PDF untuk dikirim via Whats App.
Surat yang diikutkan dalam lomba dilarang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI atau Artificial Intelligence). Karya tulis juga bukan merupakan plagiasi atau plagiarisme.
Pada perlombaan ini, penyelenggara menyediakan 3 tema yang bisa dipilih salah satunya oleh peserta. Tema-tema itu ialah:
Aspirasi tentang Pendidikan. Mencakup gagasan peningkatan mutu belajar, fasilitas, dan pemerataan akses pendidikan berkualitas.
Kemudian tematik Kepedulian Terhadap Lingkungan. Tema ini berisikan pandangan konstruktif pelestarian alam, pengelolaan sampah, pengembangan destinasi wisata ramah lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Lampung.
Terakhir temanya Harapan untuk Kesejahteraan Rakyat. Peserta lomba dapat mengutarakan pandangannya terhadap pembangunan ekonomi kerakyatan, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Cara Merangkai Tema
Terkait penjelasan pilihan tematik dan cara merangkainya dalam bentuk surat, Hendri Std menyarankan agar para peserta memperhatikan keterangan Fokus Naskah Surat yang ditentukan penyelenggara.
Adapun fokus yang dimaksud ialah surat yang dibuat berisikan apresiasi atau penghargaan penulis atas pencapaian pembangunan Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.
Kemudian disambung dengan menyampaikan gagasan dan harapan strategis apa yang diusulkan penulis demi kemajuan daerah.
Sedangkan untuk merangkai antara fokus naskah surat dengan tematik, Hendri Std memberikan “bocoran”. Menurutnya, penjelasannya dapat dipahami secara sederhana.
“Langkah pertama tiap peserta memilih salah satu tema yang dikuasai dari tiga tema pilihan yang ada,” ungkapnya.
Agar memiliki pemahaman lebih mendalam atas tema yang dipilih, peserta bisa menghimpun berbagai referensi pendukung yang terkait tema.
“Dengan demikian peserta harus membaca referensi. Diharapkan kegiatan membaca ini bisa menjadi kebiasaan rutin, ya. Biar wawasan pelajar lebih luas,” pesan Hendri Std.
Setelah memiliki pemahaman yang cukup terhadap tema yang dipilih, sambungnya, peserta tinggal menambahkan harapannya kepada Gubernur Lampung. Usulan penulis kepada Gubernur itu tentunya disesuaikan dengan tematik.

Secara sederhana Hendri Std menyebutkan. Peserta memilih tematik, misalnya tema Kepedulian Terhadap Lingkungan. Cari referensi yang berkenaan dengan kebijakan Gubernur Mirza di bidang lingkungan. Kebijakan Gubernur juga tercermin pada kebijakan atau program yang dijalankan oleh kedinasan di lingkup Pemprov Lampung.
Sebagai contoh, imbuh Hendri Std, Pemprov Lampung sedang mengupayakan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Regional Lampung Raya. Langkah itu sebagai solusi modern penanganan sampah sekaligus penguatan energi bersih berkelanjutan di Provinsi Lampung.
“Tentu kita mendukung program itu karena memang menjadi inovasi bagi pengelolaan sampah. Kita sampaikan apresiasi kita terhadap hal-hal positif dari program itu. Lalu, sampaikan pula harapan kita,” terang Hendri Std.
Kemudian ia menambahkan, kalau PSEL baru akan mencakup pengelolaan sampah pada wilayah Bandar Lampung, Lampung Selatan dan Lampung Timur, maka bisa saja harapan peserta lomba mengusulkan agar ke depan hal serupa juga bisa dikembangkan ke kabupaten atau kota lainnya di Lampung.

“Demikian pula dengan tematik lainnya. Kunci untuk dapat membuat surat yang baik secara isi tiada lain harus diimbangi dengan banyak membaca. Setelah itu baru dituangkan secara apik dan rapi melalui tulisan tangan,” katanya.
Tulisan tangan peserta lomba akan turut menjadi salah satu penilaian. Mengingat di era digital saat ini, pelajar cenderung jarang menulis tangan. Sehingga tak heran kalau tulisan tangannya tampak kurang indah dan tak terbaca secara jelas.
Perlombaan ini juga dimaksudkan untuk kembali menghidupkan kebiasaan menulis tangan di kalangan pelajar.(*)

