Share This Article
Pemerintah Provinsi Lampung menggenjot pemberdayaan perempuan desa untuk mendongkrak pendapatan serta ketahanan ekonomi keluarga.
(Onoff.id): Langkah strategis ini terwujud lewat kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung dalam Gerakan Bersama (GEMA) Perempuan Desaku Maju.
Program ini fokus menjadikan perempuan desa sebagai penggerak utama ekonomi melalui peningkatan keterampilan dan literasi keuangan.
Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy menyampaikan bahwa program ini menyatukan berbagai elemen pendampingan dari pemerintah hingga industri jasa keuangan. Intervensi menyasar rumah tangga berpenghasilan rendah pada desil 1 hingga desil 4.
“Melalui program ini, kita ingin menyatukan berbagai langkah yang ada. Kita tidak ingin perempuan di desa hanya menjadi objek pembangunan, tetapi bagaimana mendorong mereka menjadi subjek atau penggerak utama ekonomi,” ujar Otto.
Pelaksanaan percontohan program ini menyasar lima desa pada tahun 2026 sebelum direplikasi secara bertahap hingga 2030. Penentuan wilayah prioritas berdasarkan data Indeks Akses Keuangan Daerah untuk memperkuat pembiayaan dan transaksi digital.
Ekosistem Pemberdayaan
Gubernur Mirza menyambut baik sinergi ini demi memperluas sumber pendapatan keluarga di luar kepala rumah tangga. Penguatan ekonomi desa juga dihubungkan dengan pelatihan vokasi serta pemanfaatan potensi lokal masing-masing wilayah.
“Kesejahteraan keluarga menjadi lebih meningkat karena pendapatannya tidak lagi bergantung hanya kepada kepala keluarga. Ketika perempuannya punya pendapatan dan anak mudanya di rumah juga punya penghasilan, ketahanan ekonomi keluarga di desa akan menjadi jauh lebih kuat,” ujar Gubernur Mirza saat memimpin rapat kerja kolaborasi tersebut, Selasa (20 Oktober 2026).
Ekosistem pemberdayaan ini terintegrasi dengan program sektor pertanian untuk kepala keluarga serta Taruna Entrepreneur bagi generasi muda. Sinergi mencakup optimalisasi PKK dan produksi pangan seperti cabai demi menjaga stabilitas harga di daerah.
Pemprov Lampung juga menyelaraskan program ini dengan Desaku Maju, Desa Tapis, Desa Ekspor dari Pekon, serta desa wisata. Perempuan desa diharapkan mampu mengelola usaha mandiri yang bernilai tambah tinggi bagi masyarakat sekitar.
“Ini adalah solusi terintegrasi yang menggabungkan program provinsi dan pemerintah pusat. Fokus utama kita adalah meningkatkan produktivitas masyarakat melalui pemberdayaan yang sesuai dengan potensi lokal, sehingga perempuan dan keluarga di desa memiliki keterampilan, mampu mengembangkan usaha, serta memperoleh pendapatan yang lebih baik,” tegas Gubernur Mirza.(*)

