Share This Article
Potensi kakao dan panorama pesisir di Pekon Ampai, Kabupaten Pesawaran, menjadi fokus utama pengembangan ekonomi daerah.
(Onoff.id): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut Lampung memiliki banyak potensi komoditas sejak ratusan tahun silam. Semua itu mesti dikelola secara mandiri.
Hal ini disampaikannya saat menyerahkan bantuan alat pengering tenaga surya atau solar dryer bersama Otoritas Jasa Keuangan serta PT Permodalan Nasional Madani.
“Kakao, lada, dan cengkeh adalah harta Lampung yang sangat berharga dan sudah ada sejak ratusan, bahkan ribuan tahun lalu,” ujar Gubernur, Kamis (8 Oktober 2026).
Mirza menyinggung persoalan utama petani kakao selama ini terletak pada proses pengeringan yang sangat bergantung pada cuaca. Biji kakao basah terpaksa dijual dengan harga jauh lebih rendah daripada hasil kering. Kehadiran teknologi solar dryer memberikan solusi efektif bagi para petani pesisir.
“Teknologi pengeringan seperti ini dapat dipelajari dan dikembangkan oleh masyarakat. Saya berharap Pekon Ampai bukan hanya dapat menggunakan pengering seperti ini, tetapi juga dapat mempelajari pembuatannya sehingga ke depan bisa dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat di sepanjang pesisir Lampung,” katanya.
Pemerintah Provinsi Lampung memfokuskan strategi hilirisasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi inklusif langsung dari tingkat desa. Nilai tambah komoditas harus diciptakan di sumber bahan baku agar kesejahteraan warga meningkat nyata dan kemiskinan terentaskan.
“Strategi Provinsi Lampung adalah mendesain struktur ekonomi agar pertumbuhannya inklusif, ikut memakmurkan dan mengentaskan kemiskinan. Bagaimana caranya? Hilirisasi. Nilai tambah harus dilakukan dari sumber bahan baku, yaitu di desa-desa,” ujarnya.
Wisata Budaya
Selain perkebunan, kawasan Pekon Ampai diarahkan bertransformasi menjadi destinasi wisata budaya baru yang menarik kunjungan wisatawan.
Letak geografis desa yang berada di tengah gugusan wisata pesisir Pesawaran menjadi modal kuat pengembangan wilayah. Gubernur Mirza meminta seluruh elemen masyarakat bersiap menyambut wisatawan.
“Saya minta kepada Pak Kakon, Pak Penyimbang, Pak Camat, siapkan Pekon Ampai menjadi tujuan wisata budaya. Siapkan masyarakat Pekon Ampai menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan,” katanya.
Kolaborasi lintas sektor melibatkan pemerintah, BUMN, dan lembaga pembiayaan terus digencarkan untuk mempercepat pembangunan kawasan terpadu tersebut.
Apresiasi khusus juga disampaikan kepada kaum perempuan, pelaku usaha mikro yang gigih mengembangkan produk lokal melalui pendampingan modal.
“Semoga semakin banyak usaha masyarakat yang tumbuh dan berkembang sehingga turut memperkuat perekonomian masyarakat Lampung,” harap Mirza.(*)

