Share This Article
Udara Bandar Lampung masih menyisakan debu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, jemaah tetap memenuhi Masjid Raya Al-Bakrie untuk mengikuti Tabligh Akbar 1448 H yang diusung oleh Jama’ah Muslimin Wilayah Lampung.
(Onoff.id): Kilatan cahaya lampu megah yang menggantung di langit-langit masjid memantulkan pemandangan begitu indah. Lautan jemaah yang duduk berderet rapi memenuhi setiap sudut lantai marmer abu-abu kecoklatan pada Minggu (6 September 2026) pagi.
Selepas subuh, antusiasme warga tak terhalangi. Dari anak-anak hingga kalangan paruh baya berbondong-bondong datang. Bahkan, rombongan jemaah dari berbagai penjuru daerah sengaja datang menggunakan bus. Dengan balutan pakaian beratribut Palestina, mereka larut dalam kekhusyukan tabligh.
Ketua Pelaksana, Idris Nursalim Al Muhajirin, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, seluruh dinamika dan proses persiapan acara dapat berjalan lancar berkat kemudahan dari Allah SWT.
“Saya tidak merasa melakukan apa-apa. Saya hanya berusaha menjadi hamba Allah yang terbaik,” tuturnya, seusai tabligh.
Idris memperkirakan tak kurang dari 5.000 jemaah hadir memadati lokasi. Jemaah tersebut berasal dari jaringan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) di berbagai daerah seperti Pringsewu, Bangunrejo, Lampung Timur, Lampung Utara, hingga Gaya Baru.
Tak hanya dari wilayah lokal Lampung, jemaah dari kawasan yang cukup jauh seperti Ciamis, Jawa Barat, juga turut hadir.

Tak hanya fokus pada tausiyah, aksi nyata ditunjukkan melalui penggalangan shodaqoh untuk pembebasan Al-Aqsa dan dukungan pembangunan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Shuffah Al-Qur’an Abdullah Bin Mas’ud (STISABM). Penggalangan tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp16 juta.
Idris berharap, melalui kegiatan ini akan makin banyak masyarakat yang mengenal dan memahami konsep berjemaah secara lebih mendalam, serta mau tergerak untuk ikut berkiprah dalam perjuangan pembebasan Masjid Al-Aqsa.
Acara yang dibuka sejak pukul 08.00 WIB ini, turut dihadiri Ust. Hasyim Adnan (DKM Masjid Raya Al-Bakrie), Ust. M. Amin Nurroni (Pembina AWG Lampung), serta arahan dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang disampaikan melalui Kepala Biro Umum, Muhammad Yuliardi.
Pihak panitia dan pemerintah daerah turut menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusiasme warga Lampung yang tetap hadir kokoh meski di tengah dampak bencana erupsi.
Rangkaian acara ditutup menjelang waktu Zuhur dengan penyerahan cinderamata, foto bersama, serta doa khusyuk yang dipimpin oleh Moh. Iqbal.
Bersatu Makmurkan Masjid
Dalam ceramah utamanya, Imaam KH. Yakhsyallah Mansur menekankan, pentingnya persatuan umat (ulfah) dan memakmurkan masjid, sebagai kunci utama meraih pertolongan Allah SWT (nasrullah).
Kiai Mansur mengingatkan, bahwa kemenangan sejati, sebagaimana termaktub dalam QS. An-Nasr dan Pembukaan UUD 1945, merupakan berkah rahmat dari Allah SWT, bukan semata-mata karena kekuatan senjata atau jumlah pasukan.

Kemudian ia menguraikan, dua cara memakmurkan masjid (I’marul Masjid) berdasarkan Tafsir Shafwatut Tafasir. Pertama, Takmirul Hissi atau memakmurkan secara fisik lewat pembangunan fasilitas.
Kedua, Takmirul Maknawi atau memakmurkan secara spiritual melalui pengajian, membaca Al-Qur’an, dan pembinaan generasi muda agar masjid menjadi benteng umat yang mencegah datangnya azab.
“Perbedaan pendapat, mazhab, maupun partai politik tidak boleh memecah belah. Umat Islam diibaratkan sebagai satu ikatan yang kokoh. Kita harus menyatukan kekuatan demi membela Al-Aqsa,” terang Kiai Mansur.
Pesan persatuan bangsa dan agama ini diperkuat oleh K.H. Abul Hidayat Saerodjie. Ia mengajak jemaah merenungkan arti kemerdekaan Indonesia sebagai berkah yang diperjuangkan oleh para pahlawan dan ulama.
“Indonesia memang bukan negara agama, tetapi juga bukan negara sekuler. Kita adalah bangsa yang berketuhanan dan bermoral. Keberkahan suatu negeri akan dibuka jika penduduknya beriman dan bertakwa,” tegas K.H. Abul Hidayat Saerodjie seraya mengutip Surah Al-A’raf ayat 96.(*)

