Share This Article
Bandar Lampung resmi masuk dalam jajaran kota terbesar di dunia pada peringkat 395 versi Global Cities Index 2026 dari Oxford Economics.
(Onoff.id): Pengakuan global ini menilai kinerja wilayah berdasarkan lima dimensi, yakni perekonomian, modal manusia, kualitas hidup, lingkungan, serta tata kelola pemerintahan.
Pencapaian di level internasional itu menuntut lompatan mutu pelayanan publik dan pemerataan infrastruktur secara konsisten. Status ibu kota provinsi sebagai simpul perdagangan, serta gerbang logistik antara Sumatra dan Jawa memberikan keunggulan kompetitif yang harus dikelola secara terukur.
Wali Kota Eva Dwiana menyatakan capaian angka tersebut menjadi momentum strategis untuk menggenjot kualitas pembangunan di berbagai sektor.
“Alhamdulillah, tentu ini menjadi kebanggaan kita semua. Tapi yang paling penting bagaimana ke depan Bandar Lampung bisa terus berkembang dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujarnya, Kamis (1 Oktober 2026).
Pemerintah daerah mengarahkan fokus kebijakan pada penguatan daya dukung lingkungan, fasilitas pendidikan, kesehatan, serta stabilitas ekonomi warga. Pertumbuhan kawasan dinilai tidak boleh sekadar berorientasi pada ekspansi fisik, melainkan menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan sosial yang konkret.
Kehadiran Bandar Lampung di panggung global membuka tantangan baru bagi birokrasi lokal untuk membuktikan kapasitas adaptasi.
Optimalisasi potensi perkotaan secara berkelanjutan akan menentukan sejauh mana daerah ini mampu mempertahankan daya saing di tengah dinamika urbanisasi global.(*)

