Share This Article
Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung menawarkan teknologi pertanian modern Agriculture Advance System (PM-AAS) di Kota Metro. Melalui modernisasi ini diproyeksikan hasil panen padi melesat hingga dua kali lipat.
(Onoff.id): Terobosan ini digulirkan melalui Gerakan Tanam Serempak di Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat.
Kepala BRMP Lampung, Endro Gunawan, mengungkapkan sistem modernisasi ini dirancang untuk memangkas kesenjangan hasil panen tradisional.
Berbekal teknologi anyar, produksi gabah yang mulanya rata-rata berkisar 5,2 ton per hektare diproyeksikan mampu meroket hingga melampaui angka 10 ton.
“Kalau bisa mencapai 10 ton per hektare dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) gabah Rp6.500 per kilogram, nilai hasilnya saja sudah Rp65 juta. Dibandingkan dengan hasil tradisional 5 ton yang sekitar Rp32,5 juta, pendapatan kotor petani naik dua kali lipat,” ujar Endro pada Rabu (30 September 2026).
Lonjakan produktivitas tersebut diyakini memberikan ruang margin keuntungan bersih yang jauh lebih leluasa bagi penggarap sawah.
Dengan estimasi biaya operasional tanam berkisar Rp15 juta per hektare, sisa pendapatan bruto dapat langsung dialokasikan untuk memperkuat modal usaha pada musim tanam berikutnya.
Percontohan Sukses
Angin optimisme ini berakar dari kesuksesan lahan percontohan atau Demonstration Farm (Demfarm) seluas 100 hektare di Lampung Tengah.
Pada Agustus lalu, kawasan tersebut sukses membukukan angka produktivitas riil hingga 11,44 ton per hektare, yang kemudian menjadi landasan kuat ekspansi program ke berbagai wilayah lain termasuk Kota Metro.
Pemerintah sendiri telah mematok target berupa penerapan program PM-AAS seluas 35.100 hektare di seluruh penjuru Provinsi Lampung hingga Desember 2026.
Kendati catatan realisasi hingga akhir September baru menyentuh angka 3 persen, pihak BRMP optimistis target tersebut rampung tepat waktu berkat sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perusahaan Listrik Negara (PLN), serta gabungan kelompok tani setempat.(*)

