Share This Article
Masyarakat Lampung diajak memperkuat prinsip wasathiyah dalam menjalankan kehidupan beragama. Langkah ini penting untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
(Onoff.id): Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain menyampaikan pesan tersebut di Hotel Horison Bandar Lampung, Kamis (3 September 2026).
Ia hadir pada agenda “Transformasi Ideologi Jalan Menuju Wasathiyah” yang digagas Densus 88 Antiteror Polri Satgaswil Lampung.
Zulkarnain menegaskan, Islam adalah agama rahmatan lil alamin yang membawa kedamaian bagi seluruh alam. “Wasathiyah itu adalah pertengahan, tidak berlebihan dan tidak terkurang,” ujarnya.
Sikap berlebihan, menurut Zulkarnain, berisiko memicu paham eksklusif yang merasa paling benar sendiri. Kondisi tersebut bisa merusak hubungan antarwarga. Namun, cara beragama yang terlalu longgar juga membuat orang kehilangan pijakan nilai.

Silaturahmi Kikis Prasangka
Zulkarnain meluruskan pemahaman terkait moderasi beragama. Kebijakan ini bukan berarti mengurangi ajaran atau mencampuradukkan keyakinan, melainkan cara memahami agama secara proporsional.
Indonesia berdiri atas keragaman suku, bahasa, dan agama. Oleh karena itu, masyarakat perlu memperbanyak ruang silaturahmi untuk mengikis prasangka buruk. “Indonesia ini rumah kita bersama,” tegas Zulkarnain.
Ia mengingatkan, perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menyakiti atau menggunakan kekerasan. Agama harus hadir membawa rasa aman dan mempererat persaudaraan antarwarga.

