Share This Article
Gedung Pusiban Kantor Gubernur Lampung menjadi saksi pembaruan arah gerak pemuda desa. Karang Taruna Provinsi Lampung resmi menjalin kolaborasi strategis dengan OJK, Bank Indonesia, BEI, dan Bank Lampung melalui penandatanganan Nota Kesepahaman.
(Onoff.id): Kemitraan ini melahirkan Program Siger Taruna Preneur untuk membentengi generasi muda dari ancaman judi online, investasi bodong, dan pinjol ilegal. Selain itu, program ini hadir untuk mendorong lahirnya para wirausaha baru di tingkat desa.
Sebagai fondasi awal, dana pembiayaan sebesar Rp30 miliar telah disiapkan. Tujuannya untuk menyokong usaha mikro pemuda desa di 15 kabupaten/kota. Bahkan, skema dukungan modal dari Bank Lampung ini juga diperkuat dengan bantuan CSR perbankan.
“Kita memfasilitasi Karang Taruna di tingkat desa untuk pertama melek literasi keuangan, kemudian memperkuat mereka dalam entrepreneur. Kemudian kita sudah MOU, target kita Rp30 miliar akan digelontorkan untuk support gerakan ekonomi UMKM yang ada di tingkat Karang Taruna,” ujar Ketua Karang Taruna Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, Kamis (3 September 2026).
Selanjutnya, kemandirian ekonomi ini diharapkan mampu menopang berbagai aksi sosial Karang Taruna secara berkelanjutan. Sebab, penguatan usaha di tingkat desa menjadi kunci utama pembangunan kawasan pedesaan.
“Harapan kita dengan kegiatan ini semangat Karang Taruna di desa, ekonominya, entrepreneurnya semakin berkembang, sehingga mereka punya kekuatan kolektif ekonomi sendiri yang bisa mandiri yang lebih kuat dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan sosialnya,” harap Wahrul.

Dorong Nilai Tambah Komoditas Lokal
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Lampung meminta pemuda tidak lagi sekadar menjual komoditas mentah. Komoditas unggulan daerah, seperti kopi dan kakao, harus diolah serta dikemas agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Oleh karenanya pemuda desa dituntut kreatif mengolah potensi daerah agar manfaat ekonominya berputar di desa. Langkah kecil dalam berwirausaha dipandang sebagai awal dari terciptanya kekuatan ekonomi besar.
“Usaha-usaha baru tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Karena saya percaya usaha besar seringkali lahir dari keberanian memulai sesuatu yang kecil,” ujar Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan.
Kemudian, Marindo meminta seluruh bupati dan wali kota mengawal integrasi jaringan Siger Taruna Preneur di wilayah masing-masing. Sinergi bersama dunia industri menjadi syarat mutlak agar ekosistem ekonomi pemuda ini terus tumbuh pesat.(*)

