Share This Article
Karang Taruna Provinsi Lampung membuka seleksi Karang Taruna Berprestasi tingkat desa dan kelurahan. Seleksi ini mencari organisasi yang dinilai aktif, inovatif, tertata, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
(Onoff.id): Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi mengatakan, seleksi tersebut menjadi bagian dari persiapan Bulan Bakti Karang Taruna pada 23–24 Oktober 2026.
“Karang Taruna bukan hanya organisasi kepemudaan. Kami ingin memberi apresiasi kepada Karang Taruna yang bekerja dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Wahrul, Sabtu (22 Agustus 2026).
Enam Aspek Jadi Dasar Penilaian
Penilaian tidak hanya didasarkan pada jumlah kegiatan. Tim seleksi akan melihat enam aspek, yakni kepatuhan organisasi, kelembagaan dan administrasi, program serta inovasi sosial, dampak program, kemitraan, serta prestasi dan keunggulan.
Dengan cara itu, Karang Taruna yang dinilai bukan sekadar aktif menggelar kegiatan. Organisasi juga harus mampu menunjukkan manfaat program, tata kelola yang baik, keberlanjutan, dan kemampuan membangun kolaborasi.
Proses penilaian melibatkan Dinas Sosial Provinsi Lampung. Hasil seleksi daerah selanjutnya menjadi bagian dari proses menuju penilaian Karang Taruna Berprestasi tingkat nasional oleh Kementerian Sosial bersama Pengurus Nasional Karang Taruna.
Pendaftaran Dibuka hingga 28 Agustus
Pendaftaran dan seleksi administrasi berlangsung 20–28 Agustus 2026. Dari tahap ini akan dipilih 10 besar yang diumumkan pada 2 September.
Sepuluh finalis kemudian mengikuti presentasi dan wawancara pada 7–9 September. Mereka diminta memaparkan program unggulan dan praktik baik yang telah dijalankan.
Lima finalis akan diumumkan pada 14 September. Setelah itu, tim juri melakukan kunjungan serta verifikasi faktual ke lokasi masing-masing finalis hingga 2 Oktober 2026.
Pemenang akan menerima penghargaan dalam rangkaian Bulan Bakti Karang Taruna pada 23–24 Oktober 2026.
Untuk kategori tingkat nasional, juara I mendapat Rp50 juta, juara II Rp40 juta, dan juara III Rp30 juta. Sementara Harapan I mendapat Rp20 juta dan Harapan II Rp15 juta jika kedua kategori tersebut ditetapkan panitia nasional.
Bukan Sekadar Perebutan Penghargaan
Wahrul mengatakan, seleksi Karang Taruna Berprestasi tidak semata-mata ditujukan untuk menentukan pemenang. Karang Taruna Provinsi Lampung juga ingin menemukan dan mendokumentasikan program yang bisa menjadi contoh bagi organisasi lain.
“Kami ingin menemukan dan menyebarluaskan praktik baik Karang Taruna di Lampung agar bisa menjadi inspirasi bagi yang lain,” ujarnya.
Ia mengajak Karang Taruna desa dan kelurahan yang memiliki program unggulan untuk mengikuti seleksi. Menurutnya, program, inovasi, kolaborasi, dan manfaat yang telah dirasakan masyarakat menjadi modal penting dalam penilaian.(*)

