Share This Article
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI Yandri Susanto membantah anggapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) mandek.
(Onoff.id): Yandri mengatakan pemerintah sedang memfinalisasi lebih dari 35.000 gudang dan gerai KDMP. Setelah itu, program memasuki tahap validasi, verifikasi bangunan hingga operasionalisasi koperasi.
“Sekarang banyak orang memvonis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini sepertinya tidak berjalan, padahal programnya sedang berjalan,” kata Yandri saat menghadiri Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bandar Lampung, Jumat (4 September 2026).
Ia meminta kepala desa dan lurah mengikuti perkembangan program secara utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Diikuti dengan saksama, jangan sampai salah paham atau paham yang salah,” ujarnya.
Bukan Pesaing Warung dan UMKM
Yandri menyebut KDMP merupakan bagian dari Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Indonesia dari desa dan mendorong pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.
Menurutnya, desa memiliki potensi menjadi pusat produksi berbagai kebutuhan. Karena itu, desa harus mampu meningkatkan nilai tambah dari potensi ekonominya.
Yandri juga menegaskan KDMP bukan pesaing warung dan UMKM. “Kita ini bukan kompetitor tapi kita komplementer, termasuk dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan,” tegasnya.
Ia membantah isu pemerintah akan menutup warung di desa. Bahkan, Yandri menyebut pihak yang menyebarkan isu tersebut telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum.
Selain KDMP, Kemendes PDT menyiapkan program Sehati, Desa Ekspor, Desa Wisata, Desa Budaya dan desa tematik. Seluruhnya akan disinergikan dengan KDMP, BUMDes dan UMKM untuk memperkuat ekonomi desa.(*)

