Share This Article
Bentrokan jalanan dan kenakalan remaja yang kerap meresahkan publik menemukan penawarnya di Kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera). Alih-alih membiarkan energi anak muda habis untuk aksi kekerasan tanpa arah, Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Perbati) Lampung mewadahinya dalam kompetisi resmi yang terukur.
(Onoff.id): Melalui ajang Festival Tinju ITERA (FISTERA) 2026 yang digelar pada 30 September hingga 2 Oktober 2026, arena pertarungan dialihkan dari aspal jalanan menuju ring tinju yang menjunjung tinggi sportivitas.
Penyelenggaraan turnamen ini sekaligus menjadi instrumen pemantauan bakat untuk menjaring bibit unggul mulai dari kelompok usia dini di bawah tujuh tahun (U-7) hingga tingkat elite.
Transformasi hobi adu fisik menjadi prestasi terstruktur diharapkan mampu meredam potensi perundungan dan keterlibatan remaja dalam geng motor.
Ajang Prestasi
Di luar aspek teknik bertarung, setiap petinju pemula wajib mengantongi pemahaman tentang etika disiplin serta memperkuat mental perlindungan diri dari pengaruh negatif lingkungan.
“Tinju ini olahraga adu satu lawan satu yang memiliki aturan serta organisasi terarah. Banyak anak muda yang punya hobi bertanding di jalanan, daripada tawuran tidak jelas, lebih baik kita arahkan ke ring tinju, untuk meraih prestasi dan masa depan yang pasti,” ujar Sekretaris Umum Pengprov Perbati Lampung, Petter Samuel Hari, Jumat (2/10/2026).
Penyaringan ketat dari ajang FISTERA 2026 ini diproyeksikan untuk memperkuat skuad daerah menuju Pekan Olahraga Provinsi hingga kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Konsistensi pembinaan massal yang diterapkan sejauh ini terbukti mampu melahirkan petinju andal, termasuk di kategori putri yang sukses menembus panggung kompetisi internasional.(*)

