Share This Article
Pemerintah Kota Bandar Lampung meminta pengurus baru Badan Wakaf Indonesia (BWI) untuk mengembangkan potensi wakaf secara profesional, produktif, dan akuntabel.
(Onoff.id): Pengelolaan yang tertib dinilai dapat memperluas manfaat wakaf sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Ariawan, mewakili Wali Kota Eva Dwiana dalam acara pengukuhan Pengurus Perwakilan BWI Kota Bandar Lampung periode 2026–2029 di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandar Lampung.
Dalam arahannya, Ariawan mengungkapkan, BWI memiliki peran strategis dalam menjadikan wakaf sebagai kekuatan sosial dan ekonomi umat. Oleh karena itu, kepengurusan baru perlu menyusun program yang menyentuh bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan ekonomi.
“BWI harus mampu menggerakkan potensi wakaf melalui pengelolaan yang profesional dan akuntabel. Dengan tata kelola yang baik, kepercayaan masyarakat akan tumbuh dan manfaat wakaf dapat dirasakan secara lebih luas,” ujar Ariawan, Selasa (13 Oktober 2026).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung sekaligus Sekretaris BWI Provinsi Lampung, Erwinto, mengatakan Kemenag siap memperkuat kerja sama dalam penataan administrasi, pengamanan aset, pembinaan nazir, dan peningkatan literasi wakaf.
Menurutnya, pengukuhan ini menjadi awal kerja nyata guna menguatkan gerakan wakaf di Kota Bandar Lampung. Pengurus BWI diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat dan menjaga kepercayaan publik melalui pengelolaan yang terbuka serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Kepercayaan masyarakat harus dijaga. Aset wakaf perlu tercatat dengan baik, memiliki kepastian hukum, dikelola sesuai peruntukan, dan dilaporkan secara terbuka,” tegas Erwinto.
Ia juga meminta BWI memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, perbankan syariah, dunia usaha, dan masyarakat guna memperkuat literasi dan pengembangan wakaf produktif.
Selalu Ada Jalan
Sementara itu, Ketua BWI Provinsi Lampung, Heri Sulistyanto, memastikan pihaknya akan mendampingi penuh pengurus dalam menjalankan program perwakafan.
Ia meminta jajaran yang baru dikukuhkan untuk segera berkonsolidasi, memetakan aset dan potensi wakaf, serta menyusun program kerja.
“BWI Provinsi Lampung akan bersinergi dengan BWI Kota Bandar Lampung. Jangan khawatir, asal mau bergerak, insyaallah ada jalan,” jelas Heri.
Pada periode 2026–2029 ini, Susilo resmi dipercaya memimpin BWI Kota Bandar Lampung. Bersama jajarannya, ia mengemban tugas untuk memperkuat kelembagaan, mendampingi nazir, serta mendorong pengamanan dan pengelolaan aset wakaf secara produktif.(*)

