Share This Article
Sebanyak tujuh personel Relawan Rumah Zakat terjun langsung dalam rangkaian aksi kemanusiaan di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada 11–12 Oktober 2026.
(Onoff.id): Aksi tersebut dilakukan guna membantu masyarakat terdampak kabut asap, mendukung kebutuhan petugas pemadam, mendistribusikan bantuan air bersih, serta terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran lahan.
Berdasarkan grafik riwayat PM2.5 pada tanggal 12 Oktober 2026, kualitas udara Palangkaraya berada dalam kondisi berbahaya dengan perkiraan konsentrasi PM2.5 pada pukul 00.00–03.00 WIB berkisar antara 925 hingga 1.085 µg/m³.
Tingginya pencemaran partikel halus ini sangat berisiko terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan, sehingga masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan mengikuti informasi kualitas udara terbaru dari sumber resmi.
Di tengah kondisi kabut asap tersebut, anak-anak di Palangkaraya saat ini melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) guna mengurangi paparan polusi udara.
Salah satu relawan Rumah Zakat, Asrul yang berada di lokasi, mengatakan situasi ini menjadi perhatian bersama.
“Karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan dan kesehatan, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan anak-anak,” ujar Asrul seperti rilis yang diterima Onoff.id, Selasa (13 Oktober 2026).
Sementara itu, tantangan berat dihadapi di lokasi kebakaran lahan di kawasan Kalampangan, Kota Palangkaraya. Karakteristik lahan gambut membuat bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan menghasilkan asap berkepanjangan.
Akibatnya, operasi pemadaman yang melibatkan Relawan Rumah Zakat bersama unsur terkait memerlukan peralatan memadai dan ketersediaan air. Selain koordinasi antartim perlu lebih ditingkatkan, kewaspadaan terhadap keselamatan personel di lapangan juga menjadi perhatian prioritas.
Partisipasi Warga Lampung
Asrul menjelaskan bahwa penanganan bencana ini membutuhkan perhatian menyeluruh karena situasinya menyangkut banyak aspek kehidupan warga.
“Kondisi karhutla di Palangkaraya memperlihatkan bahwa dampak bencana tidak hanya berkaitan dengan kebakaran lahan, tetapi juga menyentuh kesehatan masyarakat, pendidikan anak-anak, kebutuhan air bersih, dan keselamatan petugas di lapangan,” terangnya.
Selama berada di Palangkaraya, relawan Rumah Zakat melaksanakan enam bentuk aksi kemanusiaan di antaranya penyaluran masker kepada masyarakat untuk mengurangi paparan polusi, distribusi masker safety bagi petugas pemadam dan relawan, serta pemberian dukungan logistik berupa vitamin, susu, dan air minum ion.
Selain itu, relawan juga menyalurkan oksigen portable sebagai dukungan penanganan awal di lapangan. Kemudian turut mendistribusikan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di tengah situasi darurat, serta berjibaku dalam pemadaman kebakaran lahan di Kalampangan bersama unsur terkait.
Seluruh rangkaian aksi kemanusiaan ini turut didukung oleh kepedulian masyarakat luas, termasuk warga Lampung yang berkontribusi mengirimkan bantuan melalui Rumah Zakat.
Penggalangan dana bantuan dilakukan sepanjang bulan Juli hingga September lalu. Para donatur asal Lampung juga menitipkan donasi khusus untuk misi kemanusiaan ini.(*)

