Share This Article
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung resmi menggulirkan program Double Teaching guna mendongkrak profesionalitas tenaga pendidik, sekaligus menaikkan mutu pembelajaran di ruang kelas.
(Onoff.id): Inovasi ini menempatkan kolaborasi antarsekolah sebagai poros utama perbaikan mutu. Kepala Disdikbud, Thomas Amirico menjelaskan, mekanisme program dirancang untuk menghadirkan suasana segar bagi para pengajar melalui pertukaran tempat tugas sementara.
“Ini adalah program peningkatan ekosistem pengembangan profesional guru. Tujuannya supaya guru mendapatkan suasana baru. Setiap satu bulan guru kita geser mengajar di sekolah lain bersama guru internal sekolah terkait,” ujar Thomas.
Pada fase perdana, skema kolaboratif ini langsung menyasar 17 SMA Negeri di Kota Bandar Lampung dengan melibatkan lebih dari 200 pendidik.
Fokus materi untuk sementara dikonsentrasikan pada tiga bidang studi utama yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta Matematika.
Melalui pola kerja sama tersebut, para pengajar dari sekolah berbeda dipersatukan di dalam satu ruang kelas. Ruang perjumpaan ini diharapkan menjadi wadah efektif untuk saling berbagi metode, pengalaman, hingga praktik pembelajaran terbaik.
“Jadi ngajarnya bareng-bareng untuk berbagi ilmu, berbagi best practice supaya nanti saling melengkapi, saling support, kemudian saling mendukung proses pembelajaran yang paling oke, paling aktif yang bisa kita lakukan pada era hari ini,” tambahnya.
Penerapan Program Diperluas
Pelaksanaan di lapangan dijadwalkan mulai bergulir pada Senin mendatang di seluruh titik sekolah sasaran di Bandar Lampung, sebelum nantinya diperluas menjangkau kabupaten dan kota lain pada bulan berikutnya.
Dukungan penuh turut disuarakan oleh Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Lampung Syafrimen. Ia memandang langkah tersebut sebagai wujud nyata keberanian pemerintah daerah dalam menghadirkan terobosan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan modern.
“Ini sebuah inovasi dan keberanian yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan untuk memastikan pendidikan kita menjawab tantangan hari ini,” kata Syafrimen.(*)

