Share This Article
Ada sekian banyak buku yang mengulas biografi Nabi Muhammad SAW. Salah satunya berjudul Muhammad The Prophet atau “Muhammad Sang Revolusioner”. Penulisnya adalah Maulana Muhammad Ali. Seberapa mengesankan isi buku yang diterbitkan pada 1924 ini?
(Onoff.id): Saat menulis buku tersebut, Maulana berniat menguraikan berbagai hal yang berkenaan dengan Rasulullah dari sumber valid. Validitas itu sekaligus juga dimaksudkan sebagai pembelaan dan jawaban bernas untuk mematahkan tuduhan orientalis barat terhadap Nabi Muhammad SAW.
Di dalam bukunya, Maulana menampilkan sosok Rasulullah sebagai figur pembaharu dan revolusioner sejati yang membawa perubahan fundamental bagi peradaban manusia.
Karena buku ini ditulis dalam bahasa Inggris dengan pendekatan akademis-historis yang kritis, dampaknya meluas melintasi batas-batas geografis dan agama. Ada berbagai respon muncul baik dari belahan dunia barat, maupun dunia timur.
Sebagai gambaran latar belakang, sebelum buku itu muncul atau pada awal abad ke-20, literatur barat didominasi oleh tulisan para orientalis yang skeptis, sinis, dan sering kali menyebarkan tuduhan miring terhadap Nabi Muhammad.
Tuduhan yang mereka gelindingkan di antaranya bahwa Islam disebarkan melalui pedang atau tuduhan pembunuhan terhadap lawan politik.
Tak pelak buku Muhammad The Prophet tak ubahnya menjadi semacam tamparan ilmiah terhadap pandangan dunia barat.
Kritik-kritik tajam dan bernas yang ditulis Maulana Muhammad Ali, dengan menggunakan metode pembuktian historis, pada akhirnya diakui oleh kalangan Barat.
Seiring berjalannya waktu, sejarawan barat yang lebih objektif, mulai mengapresiasi buku ini. Karena dipandang berhasil menjembatani kesalahpahaman barat.
Beberapa peneliti barat modern bahkan menjadikannya referensi untuk memahami bagaimana sudut pandang Muslim dalam membela nabinya.
Digandrungi Kaum Terpelajar Muslim
Di dunia Timur, buku ini disambut sangat positif dan dianggap sebagai senjata intelektual yang dibutuhkan umat Muslim saat itu.
Bahkan umat Islam di belahan timur lainnya (termasuk India, Timur Tengah, hingga Asia Tenggara) menyambut buku ini sebagai pembelaan terbaik terhadap marwah Rasulullah SAW.
Buku ini memberikan rasa percaya diri kepada kaum terpelajar Muslim untuk menjawab argumen orang-orang Barat yang menjajah mereka saat itu.
Demikian pula dengan kalangan generasi muda di sana. Mereka menghujani pujian pada buku Muhammad The Prophet yang dianggap mampu menjawab keraguan generasi muda Muslim yang telah terpapar pendidikan sekuler Barat.
Buku ini menyajikan sosok Nabi Muhammad bukan hanya dari sisi spiritual atau dogmatis semata. Melainkan sebagai seorang negarawan, reformis sosial, dan revolusioner sejati yang membawa perubahan nyata bagi peradaban dunia.
Sebagai penulis, Maulana Muhammad Ali lahir pada 1874 di India. Ia mendapatkan gelar sarjana di bidang Sastra Inggris dan Hukum tahun 1899 dengan catatan akademis yang sangat baik.(*)

