Share This Article
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menggelar rapat koordinasi persiapan teknis menjelang gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung.
(Onoff.id): Lomba tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada 26 sampai 29 September 2026. Perhelatan yang dipusatkan di Kecamatan Sukabumi tersebut mengusung tema “Mewujudkan Generasi Muda Kota Bandar Lampung Cinta Al Qur’an”.
Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Bandar Lampung, Iwan Gunawan. Turut hadir dalam pembahasan Kepala Kantor Kemenag Bandar Lampung, Erwinto, serta perwakilan Event Organizer (EO) Segara Global Cakrawala, Fauzi.
Dalam arahannya, Sekdakot menekankan komitmen Pemkot untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ dari tahun ke tahun.
“Kita sudah melaksanakannya selama 54 kali dan ini yang ke-55. Harapannya setiap tahun harus menjadi lebih baik. Mengenai persiapan, sampai hari ini sudah berjalan dengan baik. Mudah-mudahan teman-teman semua bisa menyelesaikan tugas masing-masing,” kata Iwan, di Aula Gedung Semergou, Rabu (23 September 2026).
Dia menambahkan, tugas masing-masing OPD dan instansi telah didistribusikan sesuai fungsi dan kapasitasnya, dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) bertindak sebagai leading sector kegiatan.
“Setiap kendala maupun kebutuhan selama tahapan persiapan segera dikoordinasikan agar dapat langsung ditindaklanjuti,” pesan Sekdakot.
Estimasi Peserta
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Bandar Lampung, Erwinto, memaparkan kesiapan dari aspek kepesertaan. Dari sisi teknis, Seksi Bimas Islam mencatat estimasi peserta lomba mencapai 403 orang dari seluruh cabang lomba.
“Bandar Lampung memiliki potensi besar di berbagai cabang MTQ. Potensi itu harus dipetakan dan dibina secara serius agar melahirkan utusan terbaik untuk MTQ Tingkat Provinsi Lampung,” jelasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Kemenag mendorong penguatan konsolidasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) mulai dari tingkat kecamatan guna pembinaan berjenjang.
Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak memaknai tugas keagamaan ini sebagai bentuk ibadah bersama.(*)

