Share This Article
Panggung kesenian Lampung akan diramaikan oleh kemunculan dua nama pelajar belia, Yuvanka Prasista dan Dzafirah Adelia.
(Onoff.id): Keduanya bersiap mencuri panggung dalam peluncuran dua buku sastra dwibahasa di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung, Selasa (29 September 2026).
Kehadiran kedua remaja itu bukan sekadar pelengkap, melainkan angin segar yang membuktikan bahwa regenerasi penulis muda di Sai Bumi Ruwa Jurai berjalan tanpa henti.
Ajang yang menjadi puncak dari rangkaian Bengkel Sastra dan Kemah Sastra 2026 ini menghadirkan napas segar bagi ekosistem literasi lokal.
Ketua Pelaksana Fitri Angraini menyebutkan bahwa gelaran ini dirancang untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi talenta muda mengekspresikan gagasan lewat karya tulis.
Sebanyak 24 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari bangku sekolah menengah hingga mahasiswa dan komunitas, dipastikan ambil bagian membawakan karya terbaik mereka.
Menjaga Asa
Dua karya dwibahasa yang dilepas ke ruang publik berjudul “Seanongan – Batas Atas yang Dijaga Angin” dan “Yang Sebelum Menjadi Nama”.
Yuvanka, siswi SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, dijadwalkan tampil lewat pembacaan cerpen. Sementara Dzafirah Adeliaputri Isbedy dari SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan siap melantunkan bait-bait puisi.
Fitri juga menyebut dukungan lintas sektor datang dari berbagai pihak. Sejumlah lembaga strategis seperti Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Lampung dan Balai Bahasa Provinsi Lampung dipastikan hadir.
“Rencananya perwakilan BPK Lampung akan turut membaca puisi karya peserta. Sedangkan Kepala Balai Bahasa Lampung akan memberi sambutan di peluncuran buku puisi tersebut,” ungkap Fitri.
Deretan tokoh seni, akademisi, hingga politisi lokal seperti pembina Lamban Sastra Yozi Rizal dan Himawan Imron turut dijadwalkan hadir meramaikan acara.
Melalui perhelatan ini, Fitri berharap dapat merawat ekosistem sastra yang sehat di daerah untuk terus disuarakan.
Dukungan nyata dari berbagai pihak dipandang krusial agar ruang kreatif anak muda tidak pernah kehabisan panggung demi membangun karakter bangsa yang kokoh.(*)

