Share This Article
Hasil Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Lampung menuntut langkah evaluasi menyeluruh guna mendongkrak mutu pembelajaran. Ajang kompetisi akademik ini tidak boleh berhenti sekadar mengejar perolehan nilai dan gelar juara.
(Onoff.id): Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, menegaskan pentingnya membaca kekuatan serta persoalan mendasar dalam proses pendidikan.
Pemetaan tersebut mencakup kualitas sumber daya manusia, kompetensi guru, hingga manajerial kepala madrasah.
“Evaluasi menyeluruh ini sangat penting agar kita tahu persis di mana letak kelemahan yang harus segera diperbaiki,” ujar Zulkarnain.
Evaluasi Mendalam
Penyelenggaraan kompetisi OMI berlangsung selama dua hari di MTsN 2 Bandar Lampung dan MAN 1 Bandar Lampung. Sebanyak 495 peserta dari berbagai jenjang pendidikan ambil bagian dalam ajang sains terintegrasi ilmu agama ini.
Zulkarnain menyoroti pentingnya objektivitas saat membandingkan capaian madrasah dengan sekolah umum. Evaluasi mendalam diperlukan apabila hasil kompetisi menunjukkan madrasah berada di bawah standar sekolah umum, meski memiliki porsi pendidikan agama yang lebih banyak.
“Kita harus objektif melihat perbandingan capaian madrasah dengan sekolah umum sebagai bahan refleksi bersama,” tegasnya.
Pada sisi lain Zulkarnain melihat potensi siswa madrasah di Lampung sebenarnya telah teruji melalui berbagai torehan prestasi hingga tingkat internasional.
Pengelolaan potensi tersebut, imbuhnya, membutuhkan pembinaan minat dan bakat secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.(*)

