Share This Article
Tumpukan sampah di sekolah kini tak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir. Di Bandarlampung, ribuan pelajar mulai dilibatkan dalam program Bank Sampah yang diinisiasi OJK Lampung.
(Onoff.id): Langkah edukatif ini lahir dari kolaborasi Pemerintah Kota Bandarlampung bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung. Tak kurang 4.048 siswa SMP resmi mengantongi rekening tabungan untuk menjadi saku dari hasil mengumpulkan sampah.
Wakil Wali Kota Bandarlampung, Deddy Amarullah, menyebut program ini dirancang untuk menempa kebiasaan hidup bersih, sekaligus melatih anak-anak memegang uang dari hasil keringat sendiri.
“Dengan membukakan rekening kepada anak-anak sekolah, nanti hasil sampah yang sudah dipilah menjadi bagian pendapatan dari mereka,” katanya, Senin (31 Agustus 2026).
Ke depan, gerakan pemilahan sampah ini bakal meluas secara bertahap, menjangkau seluruh bangku SD hingga SMP di Bandarlampung.
Pantau Saldo Sampah dari Ponsel
Proses pengumpulan sampah di sekolah dibuat serba praktis. Pelajar tinggal mengumpulkan sampah sesuai kategori yang disepakati. OJK Lampung menggandeng komunitas Sahabat Gajah akan mendampingi penimbangan serta pencatatan di lapangan.
Menariknya, nilai ekonomis dari penimbangan sampah tersebut langsung terekam secara digital. Para siswa cukup mendaftar di aplikasi khusus untuk memantau akumulasi saldo tabungan mereka di Bank Sampah.
Kepala OJK Lampung, Otto Fitriandy, menjelaskan bahwa transparansi digital ini sengaja dirancang agar siswa bersemangat menabung.
“Nilai hasil sampah dimasukkan ke dalam aplikasi. Siswa bisa memantau pendapatan yang diperoleh dari program tersebut, setelah register di aplikasi,” katanya.
Otto menekankan pentingnya membekali anak muda dengan pemahaman mengelola uang secara benar melalui program Bank sampah.
“Kami bekali literasi keuangan sejak dini di usia SMP supaya mereka tidak menjadi korban atau terjerat pinjaman maupun investasi ilegal,” ujarnya.(*)

