Share This Article
Suasana Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Nunyai, Kelurahan Rajabasa, Bandar Lampung, terasa berbeda. Di tengah lantunan ayat suci Alquran dan berkumpulnya warga, Komandan Brigif 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, menyerahkan Masjid Nurul Amal kepada warga.
(Onoff.id): Penyerahan masjid dilakukan secara simbolis kepada Ketua RT 06 Nunyai Julwan Lutvi. Bersamaan dengan itu sebanyak 150 anak yatim piatu dan dhuafa juga diberi santunan.
Camat Rajabasa Rachmat Syah, Lurah Rajabasa, tokoh agama, sesepuh masyarakat, serta ratusan jamaah pengajian turut menyaksikan kegiatan tersebut.
Bagi Kolonel Marinir Kanang, penyerahan Masjid Nurul Amal menjadi kado bagi warga Nunyai pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ia berharap masjid tersebut tidak hanya menjadi tempat salat. Tapi dapat menjadi ruang anak-anak belajar mengaji, pusat pembinaan generasi muda, dan tempat mempererat persatuan umat.
“Semoga Masjid Nurul Amal yang kita cintai ini bisa menjadi ladang pahala, tempat ibadah salat, pembinaan anak-anak mengaji, serta menjadi tempat persatuan umat Islam yang ada di Nunyai,” ujar Kanang, Sabtu ((29 Agustus 2026).
Karena itu, ia mengajak warga untuk senantiasa menjaga dan merawat masjid. Ia juga meminta masyarakat memakmurkannya dengan penuh keikhlasan.
Menurut Kanang, Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat akhlak, mental spiritual, dan ketangguhan iman dalam kehidupan sehari-hari.
Santunan untuk 150 Anak
Kepedulian Brigif 4 Marinir/BS juga hadir melalui santunan kepada 150 anak yatim piatu dan dhuafa. Julwan Lutvi, mengapresiasi perhatian Brigif 4 Marinir/BS kepada masyarakat setempat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Kolonel Kanang Budi Raharjo atas penyerahan masjid ini. Kami dan masyarakat akan berusaha memakmurkannya,” kata Julwan.
Menurut Julwan, perhatian tersebut menjadi bentuk kepedulian yang manfaatnya dirasakan langsung warga Nunyai.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan Ustaz Abuya KH Mohammad Rusfi.
Ia mengajak jamaah menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan. Pesan itu diharapkan tidak berhenti dalam peringatan Maulid, tetapi hadir dalam kehidupan sehari-hari.(*)

