Share This Article
Festival Seni Qasidah, Bintang Vokalis, dan Pop Islami Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 digelar di Balai Keratun Lt. III Kantor Gubernur, Bandar Lampung, pada Senin (5 Oktober 2026).
(Onoff.id): Ajang yang digelar selama dua hari hingga Selasa (6 Oktober 2026) ini, mengusung tema Melalui Musik Islami Kita Perkuat Syiar Islam, Lestarikan Budaya dan Bangun Generasi Lampung yang Berakhlak.
Pada hari pertama kegiatan diisi dengan penampilan dari dua cabang lomba, yakni Qasidah dan Bintang Vokalis. Sedangkan satu cabang lomba sisanya, Pop Islami, akan dilaksanakan pada penutupan festival.
Kegiatan hasil kerja sama DPW LASQI NJ (Lembaga Seni Qasidah Indonesia Nusantara Jaya) Provinsi Lampung dan Biro Kesra Setda Provinsi Lampung tersebut diikuti peserta dari kabupaten/kota se-Provinsi Lampung yang terdiri dari enam grup Seni Qasidah, 44 peserta Bintang Vokalis, dan 27 peserta Pop Islami.
Pengumuman pemenang untuk cabang Qasidah dan Bintang Vokalis langsung dilaksanakan usai seluruh peserta tampil pada hari pertama.
Para pemenang akan piala, penghargaan, serta dana pembinaan dari BAZNAS Provinsi Lampung melalui transfer rekening sebesar Rp1.000.000 untuk Juara I, Rp750.000 untuk Juara II, dan Rp500.000 untuk Juara III.
Selain juara utama, panitia juga menghadirkan kategori penghargaan baru, yakni busana terbaik atau best costume untuk cabang Qasidah serta Pop Islami pria dan wanita.
Mengusung Sportivitas
Menanggapi gelaran festival, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Lampung, Yuri Agustina Primasari, mengatakan penilaian juri dilakukan secara murni objektif dan profesional tanpa intervensi pihak mana pun.
“Saya sebagai Kepala Biro Kesra tidak memberikan intervensi apa pun untuk yang juara. Penilaian murni keahlian peserta karena setelah juara ini kita akan melaju ke tingkat nasional,” ujar Yuri saat memberikan pengarahan.
Langkah tegas ini diambil guna menyaring delegasi terbaik yang siap bersaing secara kompetitif di tingkat nasional.
Ia menekankan jika penilaian dilakukan asal-asalan, perwakilan Lampung dikhawatirkan tidak mampu bersaing secara maksimal di panggung nasional kelak.
Acara dibuka secara resmi oleh Gubernur Lampung yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan.
Dalam arahannya, Marindo menyampaikan bahwa pembangunan masa depan Lampung membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademis dan keterampilan, tetapi juga memiliki fondasi moral serta spiritual yang kokoh.(*)

