Share This Article
Karya klasik sufi Persia Mantiq al-Tayr karya Fariduddin Attar kembali hidup di atas panggung pementasan. Teater Satu Lampung membawanya melalui pertunjukan berjudul “Musyawarah Burung” di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung pada 14–15 September 2026 pukul 15.00 WIB.
(Onoff.id): Pementasan ini disutradarai sekaligus ditulis naskahnya oleh Iswadi Pratama. Dukungan penyelenggaraan datang dari Bakti Budaya Djarum Foundation.
Naskah tersebut mengangkat perjalanan sekumpulan burung mencari Simurgh melewati tujuh lembah penuh rintangan. Sutradara menafsirkan ulang kisah tersebut sebagai cerminan pergulatan batin manusia modern yang dihadapkan pada krisis identitas, perebutan kuasa, pencitraan, hingga trauma masa lalu.
Para tokoh burung bertransformasi menjadi Penempuh yang harus melepaskan berbagai atribut palsu demi menemukan hakikat diri.
Pertunjukan ini dibangun secara artistik melalui perpaduan bahasa tubuh, dialog, musik, tata cahaya, dan tata ruang yang kuat. Salah satu titik krusial berada pada adegan “Pengadilan Batin”, di mana para tokoh dipaksa berhadapan langsung dengan ego serta ketakutan tersembunyi.
“Musyawarah Burung” tidak sekadar menjadi tontonan seni peran, melainkan ruang refleksi agar penonton mau bermusyawarah secara jujur dengan diri sendiri.
Khazanah sastra Islam klasik dihadirkan bukan sebagai artefak masa lalu, tetapi sebagai cermin perjalanan pulang manusia menuju kesadaran dan Tuhannya.(*)

