Share This Article
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, didampingi Sekdaprov Marindo Kurniawan, dan ratusan warga bersimpuh menjalankan salat Istisqa di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung.
(Onoff.id): Pemprov Lampung menggelar ibadah salat Istisqa dan doa bersama pada Kamis (10 September 2026). Waktu pelaksanaan ini bertepatan dengan 28 Rabiul Awal 1448 Hijriah.
Kegiatan dimaksudkan sebagai bentuk ikhtiar spiritual merespons fenomena kemarau panjang, serta dampak paparan debu vulkanik akibat erupsi Anak Krakatau.
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza mengajak seluruh jemaah untuk menjadikan musibah kekeringan ini sebagai sarana muhasabah, serta introspeksi diri atas berbagai kelalaian.

“Salat Istisqa ini bukan sekadar memohon diturunkannya hujan, melainkan momen bagi kita semua untuk menundukkan hati, memperbanyak istigfar, memohon ampunan, serta memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT,” tuturnya.
Mirza juga menyerukan agar ibadah Salat Istisqa ini turut dilaksanakan secara serentak di lingkungan sekolah, masjid, musala, hingga pondok pesantren di seluruh penjuru Provinsi Lampung.
Tobat Nasuha
Usai sambutan, jemaah langsung melaksanakan prosesi salat Istisqa sebanyak dua rakaat yang dipimpin oleh Imam Ustadz H. Arimbi Kusairi. Suasana khusyuk makin terasa ketika acara berlanjut ke sesi zikir bersama, disusul penyampaian khotbah oleh Dr. K.H. Mahmuddin Bunyamin.
Dalam ceramahnya, Khatib mengingatkan bahwa fenomena cuaca ekstrem dan bencana alam tidak lepas dari campur tangan serta ulah manusia.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan tobat nasuha agar keberkahan kembali diturunkan ke bumi Lampung. Sebagai bentuk pengamalan sunah Rasulullah SAW saat meminta hujan, Khatib juga membalikkan sorbannya di atas mimbar sebagai simbol harapan kolektif akan perubahan kondisi alam.
Rangkaian ibadah yang berlangsung khidmat tersebut kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz K.H. Arif Sule.

OMC Dilanjutkan
Usai acara, Gubernur Lampung menyampaikan kepada awak media bahwa pemerintah daerah terus mengombinasikan ikhtiar doa dengan langkah-langkah teknis di lapangan, termasuk kelanjutan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan.
Mirza juga menekankan pentingnya kebersamaan dan kekuatan doa dari seluruh elemen masyarakat.
“Kalau kita melakukan secara bersama, insyaallah hati masyarakat Lampung menjadi satu, semangatnya satu, berjuangnya bersama. Semakin banyak yang berdoa, insyaallah ada satu doa yang dikabulkan,” harap Gubernur.

Terkait kebijakan di sektor pendidikan lanjutnya, Gubernur mengonfirmasi bahwa kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) guna melindungi siswa dari paparan debu vulkanik masih tetap berlaku hingga hari Jumat.
Para siswa baru dijadwalkan melakukan aktivitas belajar tatap muka kembali pada hari Jumat, yang nantinya akan dibuka dengan kegiatan ibadah bersama. “Langsung salat Istisqa di sekolah masing-masing,” imbau Gubernur.(*)

