Share This Article
Peringatan Hari Santri 2026 digeser dari rutinitas seremonial menuju akselerasi peran strategis santri dalam mengawal kemajuan bangsa.
(Onoff.id): Melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026, pemerintah menetapkan fondasi baru agar ekosistem pesantren bertransformasi menjadi pabrik pencetak sumber daya manusia yang adaptif, produktif, serta berdaya saing global.
Menteri Agama Nasaruddin Umar, melalui rilis Kemenag pada Rabu (7 Oktober 2026), menetapkan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Narasi ini merajut benang merah antara sejarah panjang perjuangan kemerdekaan dengan tantangan zaman modern.
Kontribusi santri kini bermutasi dari sekadar mengangkat senjata menjadi penguasaan sains dan teknologi, penguatan ekonomi mandiri, hingga penjagaan moral di tengah dinamika digital.
Pesantren diposisikan sebagai kawah candradimuka yang melahirkan generasi berbekal empat modal utama. Kombinasi antara kedalaman ilmu agama, karakter tangguh, akar tradisi yang kokoh, serta keberanian melakukan inovasi menjadi amunisi esensial.
Santri tidak lagi diposisikan di pinggiran, melainkan didorong masuk ke pusat pengambilan keputusan dan ruang-ruang pembangunan.
Orientasi menuju visi Indonesia Emas 2045 menuntut langkah nyata yang terukur. Kemenag merinci bahwa rangkaian peringatan tahun ini tidak berhenti pada upacara bendera serentak pada Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 07.00 waktu setempat.
Berbagai agenda pendukung seperti perkemahan pramuka santri, gerakan ekoteologi, hingga pameran kemandirian pesantren disiapkan untuk membumikan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.(*)

