Share This Article
Keberhasilan meredam gejolak harga pangan di tingkat akar rumput mengantarkan TPID Lampung meraih predikat Tim Pengendalian Inflasi Daerah Berkinerja Terbaik Wilayah Sumatera. Apresiasi itu diberikan Kementerian Dalam Negeri.
(Onoff.id): Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan apresiasi tersebut merupakan buah dari kerja kolektif lintas instansi.
“Saya berharap penghargaan ini bukan hanya sekadar penghargaan, artinya bisa dirasakan betul-betul manfaatnya oleh masyarakat. Melalui bagaimana pasokan dan juga kestabilan harga bisa terkendali di daerah,” ujar Jihan Nurlela, mewakili Gubernur, di Jakarta International Convention Center, usai menerima penghargaan, Kamis (24 September 2026).
Dijelaskan olehnya strategi Tim Pengendalian Inflasi Derah (TPID) Lampungbertumpu pada mitigasi komoditas pangan yang kerap bergejolak atau volatile food.
Pemerintah daerah menggerakkan jaringan lintas sektor, termasuk berkoordinasi erat dengan 15 kabupaten/kota serta Bank Indonesia, demi mengamankan rantai pasok.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Perum Bulog secara rutin menggelar operasi pasar murah agar daya beli warga tetap terlindungi.
Konsistensi kebijakan fiskal dan moneter tersebut tecermin dari indikator ekonomi makro. Data Badan Pusat Statistik mencatat inflasi tahunan Lampung berada pada angka 3,53 persen dengan inflasi bulanan sebesar 0,23 persen pada periode pertengahan tahun.
“Ke depan, Pemprov Lampung berkomitmen memadukan program stabilisasi harga dengan percepatan digitalisasi transaksi lewat P2DD,” terang Jihan.
Sinergi ini diyakini mampu memperkuat fondasi perekonomian daerah sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat kian merata.(*)

