Share This Article
Pembangunan Lampung tidak hanya bertumpu pada jalan, jembatan dan gedung. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela menempatkan kualitas manusia sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
(Onoff.id): Gagasan itu diwujudkan melalui dua program strategis yaitu Satu Desa Satu Sarjana STEM dan Satu Desa Satu Hafiz Al-Qur’an.
Program Satu Desa Satu Hafiz Al-Qur’an dijalankan Pemprov Lampung bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Lampung. Program ini memberikan beasiswa bagi generasi muda desa untuk menghafal Al-Qur’an.
Menurut Mirza, pembangunan SDM tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual. Kemampuan akademik dan teknologi perlu berjalan bersama karakter serta kekuatan spiritual.
Karena itu, para penerima program diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi. Mereka juga memiliki landasan moral yang kuat dan kelak dapat kembali ke desa untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
“Di tangan para Hafiz Al-Qur’an dan para sarjana STEM inilah masa depan Lampung dan Indonesia dipertaruhkan. Kita membangun manusia yang tidak hanya cerdas secara nalar, tetapi juga tangguh hatinya. Mereka akan kembali ke desanya untuk membawa keberkahan dan kemajuan,” kata Mirza.
Membangun dari Desa
Satu Desa Satu Hafiz Al-Qur’an dan Satu Desa Satu Sarjana STEM menjadi bagian dari strategi Pemprov Lampung memperkuat pembangunan berbasis manusia.
Pendekatan itu menempatkan pendidikan, keterampilan, karakter dan daya saing sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Dengan demikian, pembangunan tidak berhenti pada pembangunan fisik.
Pemprov Lampung mengajak orang tua, akademisi, tokoh agama dan masyarakat ikut mengawal kedua program tersebut. Targetnya, lahir SDM berkualitas dari desa yang mampu menjadi penggerak kemajuan menuju Lampung yang semakin maju.(*)

