Share This Article
Pemerintah Kota Metro diminta tetap mempertimbangkan nasib para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif yang terdampak rencana pembongkaran Pasar Shoping Metro.
(Onoff.id) Usulan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, yang menilai aspek keberlanjutan usaha warga harus menjadi prioritas utama.
Politisi yang akrab disapa Nunik ini, mengikuti dinamika dan permasalahan di pasar tersebut selama beberapa hari terakhir. Dirinya berharap ada ruang dialog terbuka tanpa harus memperdebatkan status kepemilikan aset yang berujung pada saling menyalahkan.
“Tentunya harus ada diskusi dan solusi agar mereka mendapatkan solusi dari rencana pembongkaran itu. Saya tidak ingin masuk pada polemik siapa yang berhak atas pasar tersebut dan masuk pada persoalan siapa yang benar dan siapa yang salah,” ujar Nunik dalam keterangan tertulis pada Senin (12 Oktober 2026).
Pihaknya juga akan memantau secara saksama hasil kajian kelayakan bangunan yang sedang dikerjakan oleh pemerintah daerah. Di sisi lain, dedikasi para pedagang yang berhasil mengubah kawasan terbengkalai menjadi sentra ekonomi kreatif patut diapresiasi.
“Saya menghormati Pemkot Metro sebagai pemilik aset atas pasar yang mengutamakan keselamatan pengunjung dan para pelaku usaha di dalamnya,” katanya.
“Meski demikian pemerintah juga harus memikirkan keberlanjutan para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang telah berhasil mengubah pasar yang telah lama terbengkalai itu. Jadi mesti win-win solution untuk semuanya,” tegas Nunik.
Sebagai langkah lanjutan, mantan Wakil Gubernur Lampung ini menjadwalkan akan komunikasi langsung dengan para pelaku usaha untuk menyerap aspirasi mereka secara mendalam.
“Kita sedang atur waktunya, bisa melalui zoom. Saya ingin mendengar aspirasi dari para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif itu. Hasilnya nanti disampaikan ke Walikota sebagai pemegang kebijakan,” ucapnya.
“Nanti kita lihat kajian kelayakan gedung yang kabarnya sedang dilakukan oleh Pemkot,” pungkas Nunik.(*)

