Share This Article
(Advertorial)
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, melalui Direktorat Kriya, mendorong penguatan daya saing pelaku usaha kriya di Kabupaten Lampung Selatan.
Peningkatan daya saing tersebut, salah satunya dilakukan melalui gelaran workshop kriya bertajuk Inovasi Desain, Nilai Tambah, hingga Konektivitas Ekosistem Kriya.
Kegiatan yang berlangsung di Siger Creative Hub, kawasan Bakauheni Harbour City, Senin (12 Oktober 2026)
ini merupakan bagian dari Program Penguatan Ekosistem Creative Hub untuk meningkatkan kapasitas pelaku kriya dalam mengembangkan produk yang inovatif, berkualitas, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Workshop yang diikuti 50 pelaku ekonomi kreatif subsektor kriya itu diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Koperasi dan UKM, serta IWAPI di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
Pembukaan workshop turut dihadiri pejabat di Lampung Selatan di antaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan I Nyoman Setiawan, Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Rahmat Hadi Wijaya.

Hadir pula Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif Neli Yana, serta SPV Bisnis & Investasi Bakauheni Harbour City, PT ASDP, Muhammad Esa.
Kemudian Ketua DPC IWAPI Lampung Selatan Hj. Roslina Daan yang diwakili Lisa dan Nurhayati, serta narasumber dari Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII) Freddy Chrisswantra.
Pengembangan kriya tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana kreativitas, keterampilan, dan potensi lokal diolah menjadi karya yang memiliki nilai tambah dan daya saing.
Untuk itu, pelaku usaha perlu memperkuat inovasi desain, identitas merek, konsistensi kualitas, serta strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Melalui workshop ini, Kementerian Ekonomi Kreatif berupaya mempertemukan pelaku kriya dengan pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain dalam sambutan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan potensi kriya daerah.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang mendukung pelaku kriya untuk terus berinovasi, meningkatkan nilai tambah, dan memperluas jangkauan pasar.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII), Freddy Chrisswantra, yang memberikan perspektif mengenai pengembangan desain produk.
Pada hari kedua, pembekalan juga melibatkan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kalianda dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Lampung untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai kualitas produk, jejaring usaha, dan pemasaran digital.
Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Ekonomi Kreatif menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, ASDP, ADPII, IWAPI, BLK dan HIPPI atas kolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan, serta kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah berpartisipasi.

Sinergi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat upaya pengembangan pelaku kriya secara berkelanjutan.
Selain peningkatan kapasitas pelaku usaha, keberadaan Siger Creative Hub di kawasan Bakauheni Harbour City diharapkan dapat terus dioptimalkan sebagai ruang kolaborasi, pengembangan kreativitas, dan pembentukan jejaring usaha.
Melalui aktivasi yang berkelanjutan, Creative Hub dapat menjadi penghubung antara perajin, desainer, komunitas, organisasi pengusaha, serta calon mitra pasar.
Kementerian Ekonomi Kreatif berharap workshop ini tidak berhenti pada peningkatan wawasan, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan baru, pengembangan produk, dan peluang kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti oleh pelaku kriya di Kabupaten Lampung Selatan.
Melalui penguatan inovasi desain, peningkatan nilai tambah, dan konektivitas ekosistem, produk kriya daerah diharapkan semakin memiliki karakter yang kuat, kualitas yang konsisten, serta daya saing untuk menjangkau pasar yang lebih luas.(*)

