Share This Article
Pemerintah Provinsi Lampung membuka ruang komunikasi seluas-luasnya, serta menghormati independensi profesi wartawan.
(Onoff.id): Komitmen tersebut ditegaskan saat Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menemui pimpinan organisasi media dan insan pers di lingkungan Pemprov Lampung.
Mewakili Gubernur Lampung, Marindo menyampaikan permohonan maaf atas dinamika komunikasi yang sempat terjadi belakangan ini. Pihaknya memastikan tidak ada niat sedikit pun untuk membatasi ruang gerak jurnalistik maupun menutupi keterbukaan informasi publik.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Pak Gubernur, Wakil Gubernur, dan jajaran OPD, kami menyampaikan permohonan maaf. Tidak ada sedikit pun niat dari kami untuk membatasi profesi jurnalistik maupun menutupi keterbukaan informasi publik,” ujar Marindo di hadapan para awak media, Kamis (8 Oktober 2026).
Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah termasuk Kepala Dinas PTSP, Kepala BKD, Sekretaris DPRD, Kepala Karo Umum, serta perwakilan Dinas Kominfo.
Gubernur berhalangan hadir secara langsung karena mengikuti agenda acara adat di Kabupaten Pesawaran, namun tetap menitipkan salam hormat serta menekankan pentingnya silaturahmi berkelanjutan.
Menjawab aspirasi wartawan, Pemprov Lampung memastikan segera melakukan pembenahan internal, terutama menyangkut Standard Operating Procedure pengawalan pimpinan daerah dan pelayanan media.
Evaluasi ini diharapkan mampu mencegah pesan tersumbat atau salah penafsiran di masa mendatang.
“Pertemuan hari ini menjadi bagian dari koreksi dan evaluasi bagi Pemprov Lampung. Kami sepakat untuk melakukan koreksi atas SOP pengawalan serta pengelolaan komunikasi publik, agar ke depan tidak ada lagi pesan yang tersumbat atau salah penafsiran,” tegas Marindo.
Terkait status tim media pimpinan, Marindo meluruskan bahwa perekrutan tersebut murni hubungan personal profesional tanpa mengandalkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Insan pers dinilai sebagai pilar strategis dalam mengawal roda pemerintahan dan pembangunan daerah di Lampung.
“Pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa peran teman-teman media. Prinsip kita jelas, no one left behind, tidak ada yang ditinggalkan dalam proses pembangunan di Lampung,” pungkas Marindo.(*)

