Share This Article
Ratusan pelajar dan pendidik berhimpun membentuk saf di lapangan sekolah. Mereka menegakkan salat Istisqo. Memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang dan dampak hujan debu vulkanik Anak Krakatau.
(Onoff.id): Suasana Jumat (11 September 2026) pukul 08.00 WIB di SMK Negeri 3 Bandar Lampung terasa khusyuk ketika Nurkholis, selaku imam, memulai takbir.
Usai salat ditunaikan, menyusul khotbah yang disampaikan Widarko. Keduanya merupakan guru Pendidikan Agama Islam.
Dalam ceramahnya, Widarko mengajak seluruh warga sekolah untuk terus memperkuat ikhtiar, menjaga solidaritas, dan tidak mudah putus asa di tengah situasi cuaca ekstrem dan gangguan akibat debu vulkanik.
“Sholat Istisqo ini merupakan wujud kepasrahan kita kepada Allah, sekaligus bentuk semangat bersama untuk tetap optimistis bahwa kondisi akan segera membaik,” katanya.
Khotbah ditutup dengan doa memohon hujan segera turun dan udara dapat bersih kembali, serta Gunung Anak Krakatau tidak lagi bererupsi.
Seluruh peserta salat terlihat tertib dan khusyuk, beberapa di antaranya tetap menggunakan masker. Sebagai langkah antisipasi terhadap debu vulkanik yang masih berpotensi mengganggu pernapasan.
Salat Istisqo ini merupakan bagian dari gerakan serentak, sejalan imbauan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Thomas Amirico.
Kegiatan di SMKN 3 Bandar Lampung ini ditutup dengan pembersihan area lapangan dari sisa abu vulkanik dan bersih-bersih di kelas. Masing-masing kelas didampingi wali kelas. Setelah rampung, kegiatan belajar pun dimulai.(*)


