Share This Article
Lonjakan harga beras premium di sejumlah pasar tradisional Kota Bandar Lampung memicu kekhawatiran warga, di tengah ketersediaan stok yang sebenarnya masih mencukupi.
(Onoff.id): Hasil pantauan Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Wilayah Lampung pada Senin (5 Oktober 2026), harga komoditas tersebut telah merangkak naik hingga menyentuh kisaran Rp158 ribu sampai Rp160 ribu per kemasan 10 kilogram.
Harga tersebut telah melampaui ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dipatok pemerintah sebesar Rp149 ribu per kemasan serupa.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, menjelaskan fluktuasi harga ini secara spesifik hanya mendera kategori premium, sementara pasokan medium terpantau masih stabil.
Kenaikan tersebut tidak hanya melanda wilayah setempat, melainkan turut dirasakan kota-kota besar lainnya akibat ketatnya ketersediaan di tingkat hulu.
“Kalau beras yang agak naik sekarang ini beras premium. Kalau beras medium, ya kita masih wajar,” ujar Erwin, Selasa (6 Oktober 2026).
“Beras premium ini yang naik bukan hanya di Bandar Lampung saja, tapi di semua kota-kota besar juga serupa, karena memang sedikit ada kelangkaan,” imbuhnya.
Meski demikian, Erwin memastikan stok di Bandar Lampung aman dan terkendali.
Penetrasi Pasar
Kendati kenaikan harga hanya menyasar beras premium, menghadapi tren kenaikan ini pemerintah kota menggencarkan operasi pasar secara berkala bekerja sama dengan Bulog dan pemerintah provinsi.
Langkah intervensi rutin yang digelar tiga kali dalam seminggu ini, difokuskan untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat dengan menyasar Pasar Panjang, Pasar Tamin, Pasar Cimeng, Pasar Tugu, Pasar Koga, serta Pasar Way Halim.
“Iya, kita selalu ada penetrasi pasar sebagai upaya solusi. Setiap minggu ada tiga kali dan kita jalankan terus,” ungkap Erwin.(*)

