Share This Article
Wali Kota Eva Dwiana membuka pelaksanaan MTQ ke-55 Kota Bandar Lampung di Lapangan Way Dadi, Sukarame. Prosesi pembukaan ditandai pemukulan beduk.
(Onoff.id): Ribuan kafilah dan pendukung dari 20 kecamatan se-Bandar Lampung serta masyarakat menyaksikan pembukaan tersebut.
Sebelumnya, seluruh peserta dan pendukung melangsungkan parade kafilah dengan menyuguhkan kekhasan masing-masing.
Kendati pembukaan dilangsungkan di Kecamatan Sukarame, namun pelaksanaan rangkaian kegiatan MTQ 2026 dipusatkan di Kecamatan Sukabumi sebagai tuan rumah.
Tercatat 402 kafilah akan mengikuti kegiatan. Selanjutnya terdapat 40 official. Sedangkan dewan hakim berjumlah 77 orang yang berasal dari berbagai unsur seperti Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bandar Lampung, UIN Raden Intan Lampung serta unsur pimpinan pondok pesantren.

Syiar Islam
Dalam sambutannya Eva Dwiana mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang telah mendukung terlaksananya pembukaan dan kegiatan MTQ ke-55 ini.
Disampaikannya, MTQ bukan sekadar ajang membaca dan menghayati Al Qur’an, tapi lebih dari itu MTQ merupakan ikhtiar untuk menjadikan nilai-nilai Al Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan masyarakat yang beriman.
Selain memperkuat syiar Islam, MTQ diharapkan dapat membangun generasi yang Qur’ani, sekaligus juga memiliki iman yang kokoh dan akhlak luhur.
“Ini sejalan dengan tema MTQ kali ini di mana dengan semangat MTQ kita wujudkan masyarakat yang berilmu, berakhlak dan cinta Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” katanya, Sabtu (26 September 2026) malam.
Wali Kota menguraikan, berilmu yang dimaksud artinya membangun masyarakat yang terus belajar dan meningkatkan pengetahuan.
Sedangkan berakhlak berarti menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam bersikap dan bermasyarakat.

Kemudian, sambungnya, cinta Al Qur’an. Maksudnya tidak hanya membaca, tetapi juga memahami,mengamalkan dan menjadikan ajaran sebagai pedoman dalam kehidupan.
“Kita sama-sama berharap, melalui MTQ ini akan lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca Al Qur’an, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat,” kata Eva.
Wali Kota juga berharap MTQ ini dapat dijadikan sebagai sarana meningkatkan silaturahmi. “Menang dan menjadi juara itu membanggakan. Tapi ada yang jauh lebih penting dari itu yakni bagaimana nilai-nilai Al Quran bisa terus diamalkan setelah kegiatan ini selesai,” pesannya.(*)

