Share This Article
Boikot produk Israel di dalam negeri harus berjalan seirama dengan ketegasan diplomatik pemerintah di forum internasional.
(Onoff.id): Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai aksi walk out delegasi RI saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di PBB wajib dikawal dengan langkah ekonomi yang konsisten.
Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh, mengingatkan agar gestur diplomasi tersebut tidak berhenti sebagai ritual seremonial semata.
“Langkah walk out di PBB adalah wujud komitmen dan konsistensi Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina,” katanya, Minggu (27 September 2026).
”Namun, apresiasi diplomasi ini perlu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah politik lanjutan yang lebih nyata. Termasuk konsistensi aksi boikot terhadap produk-produk yang mendukung agresi dan pendudukan Israel,” imbuh Asrorun seperti dikutip dari laman MUI.
Tekanan Kolektif
Gerakan perlawanan tanpa kekerasan (non-violent resistance) ini menjadi instrumen rasional bagi publik. Ketika pejabat negara bertempur di ranah formal, masyarakat dapat berkontribusi lewat keteguhan menyaring produk harian.
“Kita bisa melakukan langkah-langkah nyata yang berdampak langsung. Salah satunya gerakan boikot terhadap produk yang memberikan dukungan finansial, maupun opini terhadap aktivitas genosida Israel,” tegas pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah tersebut.
Asrorun menambahkan, tekanan kolektif di pasar domestik ini terbukti efektif melemahkan suplai logistik pihak-pihak yang terafiliasi dengan pelanggaran kemanusiaan.
Ini menjadi momentum yang sangat tepat untuk mengkonsolidasi kekuatan dan positioning Indonesia di tengah percaturan dunia.
“Selain terus memperkuat aksi boikot ekonomi, kita tentu tak boleh putus memanjatkan doa kepada Allah SWT agar perjuangan bangsa Palestina senantiasa diberikan kekuatan, kemenangan, dan kemerdekaan yang hakiki,” pungkasnya.(*)

