Share This Article
Dunia digital bukan lagi sekadar panggung popularitas, melainkan medan tanggung jawab moral bagi generasi muda. Kesadaran inilah yang mengemuka ketika Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI membuka ruang dialog dengan 98 finalis ajang Putri Hijabinfluencer di Kompleks Parlemen.
(Onoff.id): Pertemuan ini menyoroti pentingnya membekali para kreator konten muslimah agar mampu menggerakkan ekonomi kreatif secara aman, etis, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, menyebut kompetisi ini dirancang untuk melahirkan figur publik profesional yang membawa pengaruh positif. Para finalis yang tersaring dari total 2.500 pendaftar lintas provinsi itu, diminta tidak mudah tergiur tawaran promosi komersial tanpa verifikasi mendalam.
Arzeti mengingatkan pentingnya memegang prinsip perlindungan konsumen, termasuk mengecek izin edar resmi sebelum mempromosikan produk kesehatan, kosmetik, maupun makanan.
“Kalian memegang kendali atas pengaruh yang ditebar. Jangan pertaruhkan kepercayaan publik demi keuntungan instan tanpa memeriksa legalitas produk,” tegas Arzeti di hadapan para finalis, Jumat (2 Oktober 2026).
Sedangkan dari sudut pandang penguatan industri domestik, Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, melihat potensi besar dari kehadiran para muslimah kreatif ini.
Menurutnya, eksistensi digital yang fokus pada sektor spesifik mulai dari busana muslim, pariwisata, hingga kuliner bisa menjadi motor penggerak bagi ekosistem UMKM halal di tanah air.
“Kapasitas dan kreativitas yang diasah harus berbuah kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi kerakyatan,” ujar legislator yang akrab disapa Erma tersebut.
Kolaborasi Strategis
Menanggapi arahan dari Fraksi PKB tersebut, CEO sekaligus Founder Putri Hijabinfluencer, Lidya Agustin, menyampaikan apresiasi atas sambutan terbuka dari jajaran legislator.
Pihaknya berharap forum tersebut menjadi jembatan awal untuk merajut kerja sama strategis dalam memperluas jejaring bisnis para peserta di masa mendatang.
Dukungan serupa diungkapkan oleh Pembina Putri Hijabinfluencer, Nia Kurniani. Menurutnya, pembekalan integritas dan regulasi komunikasi publik sangat krusial agar para kreator muda senantiasa menjunjung tinggi etika serta memberikan nilai tambah bagi khalayak luas.(*)

