Share This Article
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong perusahaan mengalihkan orientasi program Corporate Social Responsibility (CSR) dari sekadar penyaluran bantuan instan menjadi pilar penggerak pembangunan daerah berkelanjutan.
(Onoff.id): Langkah strategis ini ditekankan dalam forum Sinergi dan Kolaborasi Pemerintah Daerah dengan Dunia Usaha melalui Program CSR di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung.
Dalam kesempatan itu Gubernur Mirza mengulas kondisi keterbatasan fiskal daerah yang menuntut keterlibatan aktif sektor swasta untuk memperkuat agenda prioritas publik.
Disampaikan pula bahwa ekonomi Lampung yang mencatat pertumbuhan 5,28 persen pada 2025 didorong oleh sektor pertanian, industri, perdagangan, transportasi, serta komunikasi.
Pertumbuhan ini menunjukkan denyut ekonomi daerah digerakkan bersama oleh pemerintah, swasta, dan masyarakat.
“Dukungan dunia usaha dapat memperkuat program pemerintah, sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Karena kalau pemerintah sendirian, tidak akan bisa jalan,” ujar Mirza, Kamis (8 Oktober 2026).
Kolaborasi
Sebagai ruang kolaborasi, Pemprov Lampung menawarkan skema Desaku Maju yang mencakup penyediaan Pupuk Hayati Cair, mesin pengering pertanian, pendidikan vokasi, hingga pembangunan infrastruktur desa.
Penggunaan Pupuk Hayati Cair ditargetkan mendongkrak produktivitas pertanian hingga 20 persen. Dukungan korporasi dapat direalisasikan berupa alat pakan dan bibit ayam terintegrasi langsung dengan program penguatan ekonomi perdesaan untuk membuka lapangan kerja baru.
Sedangkan pengembangan desa wisata budaya turut disasar melalui penguatan identitas lokal dan ekonomi kreatif. Seluruh sinergi ini dipayungi dalam dokumen Planbook CSR 2026–2030 guna memastikan transparansi serta akuntabilitas.
Kolaborasi dapat dilakukan dengan pemerintah menyiapkan regulasi dan data, sementara dunia usaha menyetor pendanaan, teknologi, serta jaringan.
Semangat Sakai Sambayan atau gotong royong dihidupkan agar pembangunan berjalan secara orkestratif dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Karena pembangunan bukan tentang siapa yang bekerja paling banyak, pembangunan adalah tentang bagaimana kita bergerak bersama,” pungkas Gubernur Mirza.(*)

