Share This Article
Desi Fitriani, mahasiswi UIN Raden Intan Lampung, ini peraih Juara 1 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) cabang Murottal Remaja Putri tingkat Kota Bandar Lampung.
(Onoff.id): Desi belajar qiraat (cara melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an) sejak kelas 2 sekolah dasar. Ketika itu ia rutin diantar ibunya dengan menaiki sepeda motor. Berdua mereka menyusuri jalan di Tanjung Raja, Lampung Utara, menuju rumah guru mengaji.
Nama sang guru adalah Ustaz Sawani. Ia seorang qori nasional dan sudah almarhum sekarang. Rutinitas itu terus berlangsung setiap selepas subuh.
“Pengorbanan ibu itu tak bisa kulupakan. Itu juga yang jadi penguat buat aku sampe sekarang,” ujar Desi, mengenang pengalamannya saat masih di kampung halamannya, Kamis (8 Oktober 2026).
Perjuangan panjang itu kiranya membuahkan hasil. Pencapaian pertamanya terukir saat Desi berhasil meraih Juara 1 tingkat Kecamatan Tanjung Raja. Ketika itu ia masih duduk di bangku sekolah dasar.
Desi kemudian terpilih mewakili kecamatannya untuk mengikuti MTQ tingkat Kabupaten Lampung Utara pada MTQ 2017. Ia kembali meraih prestasi. Predikat Juara 2 disematkan padanya.
Tak puas sampai di situ. Desi melanjutkan belajar qiraat di Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah, Bandung, melalui pengajian pasaran di bulan Ramadan. Di sana, ia mempelajari Qiraat Sab’ah riwayat Bazzi dan Qunbul dari Imam Ibnu Katsir.
Saat ini selain berkuliah semester 5 pada Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), UIN Raden Intan Lampung, Desi juga mengajar tahfiz, tilawah, dan nasyid untuk santri jenjang TK hingga SMA di Pondok Mutiara Miftahul Jannah, Sabah Balau. Ia pun masih sempat memberi les privat mengaji.
Menurutnya, mengajarkan mengaji kepada orang lain tak ubahnya melatih kemampuannya sendiri. Sehingga ia tetap dapat mengasah kemampuannya melantunkan ayat-ayat Al Quran secara rutin setiap hari.
Meski tak pernah berhenti berlatih, Desi akan menambah porsi latihannya, khususnya latihan vokal, setiap menjelang mengikuti perlombaan.
“Pernah mual juga, malah sampai hampir pingsan waktu latihan nada tinggi,” cerita Desi tentang caranya mengolah vokal.
Bahkan, imbuhnya, ia juga mesti disiplin mengatur pola konsumsi. Misalnya, konsisten tidak minum es selama sebulan penuh. “Itu demi menjaga pita suara,” katanya.
‘Ritual’ Sebelum Lomba
Disiplin ketat Desi berbuah manis. Pada MTQ ke-55 Kota Bandar Lampung yang baru lalu, Desi tampil mewakili Kecamatan Kedamaian. Dia beradu kualitas suara dalam melantunkan ayat-ayat suci Al Quran di Mimbar 2 yang berlokasi di Masjid As-Salam, Kecamatan Sukabumi.
Kiranya, selain menjaga ketat pola makan dan intens berlatih vokal, masih ada satu ‘ritual’ yang tak luput dijalankan Desi.
Sebelum tampil di ajang perlombaan, ia akan mengawali dengan membaca surah Al-Insyirah, doa Nabi Musa, ayat-ayat awal surah Yusuf, istigfar, serta mengirimkan Al-Fatihah untuk guru-gurunya. “Itu wajib saya lakukan,” ungkapnya seraya mengulas senyum.
Kembali keberkahan menghampirinya.
Desi, dengan nomor peserta 245, akhirnya diumumkan sebagai pemenang pertama pada cabang Murottal Remaja Putri.
Keberhasilan ini sangat disyukuri. Terlebih atas kemenangan itu Desi akan mewakili Kota Bandar Lampung pada MTQ tingkat Provinsi Lampung yang sebentar lagi akan dilangsungkan.
“Ini rezeki dari Allah, patut disyukuri. Ini juga sekaligus amanah. Jadi aku mesti persiapkan segala sesuatunya lagi. Termasuk latihan lebih keras,” kata Desi. (*)

