Share This Article
Pembangunan fisik dan infrastruktur tidak akan pernah cukup untuk mendongkrak kemajuan daerah, apabila berjalan tanpa fondasi moral yang kokoh.
(Onoff.id): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, pembentukan karakter manusia dan penguatan nilai keagamaan harus menjadi poros utama dalam pembangunan jangka panjang.
Sejalan dengan tujuan itu, imbuhnya, ia memiliki salah satu target besar yakni agar seluruh desa dan masjid jami di kampung segera memiliki pemimpin ibadah yang mumpuni.
Kehadiran para penghafal Al-Qur’an di tingkat akar rumput diproyeksikan mampu membentengi generasi muda dari pengaruh buruk, sekaligus merawat tatanan sosial yang berakhlak mulia.
“Kita berharap tiga sampai lima tahun ke depan tidak ada desa, tidak ada masjid jami di kampung yang tidak punya imam yang hafiz Al-Qur’an,” ujar Gubernur Mirza, saat menutup rangkaian Maulid Arbain Lampung di Masjid Raya Al-Bakrie, Bandar Lampung, Sabtu (26 September 2026) malam.
Mencetak Generasi Unggul
Pemerintah menyadari bahwa ikhtiar mencetak generasi unggul tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan para ulama, habib, dan kiai.
Sinergi antara kebijakan eksekutif dan bimbingan moral dari pemuka agama menjadi kunci utama untuk meredam berbagai potensi degradasi moral di tengah masyarakat.
Selain fokus pada penyiapan imam masjid jami di kampung hafiz Al-Qur’an, Pemprov Lampung juga menggulirkan berbagai program strategis, mulai dari penguatan pendidikan formal hingga inisiatif Satu Desa Satu Sarjana.
Melalui pendekatan holistik ini, pembangunan manusia dan fisik di Bumi Ruwa Jurai diharapkan mampu berjalan seirama demi mewujudkan masyarakat yang produktif, religius, dan bersih dari narkoba.(*)

