Share This Article
Berhijab bukan sekadar kewajiban menutup aurat, melainkan bentuk identitas dan bukti bahwa tampil tertutup bukan penghalang untuk tetap aktif, berdaya, dan modis.
(Onoff.id): Hal inilah yang melandasi Mernadhine Syathira Aifarhusty dan Nazra Fairusha saat mendirikan Aisha The Hijabees di Lampung pada 2011.
Setahun berselang, komunitas ini berganti nama menjadi Hijabers Lampung hingga akhirnya berkembang pesat dan resmi dikukuhkan sebagai cabang Hijabers Community Lampung pada 2017.
Melalui pengukuhan tersebut, pengelolaan komunitas kini sepenuhnya menerapkan standar tata kelola yang merujuk pada organisasi pusat Hijabers Community di Jakarta.
Saat ini, Hijabers Community Lampung dipimpin oleh Sopha Medina. Didukung delapan komite pengurus dalam lima bidang utama, komunitas ini merangkul sekitar 100 anggota resmi.
Di bawah kepemimpinan Sopha, fokus gerakan kini bergeser dari sekadar menarik minat anak muda berhijab menjadi upaya mempertahankan hijab, serta menyediakan ruang beraktivitas yang positif bagi para muslimah.
Sopha menegaskan pentingnya pemaknaan hijab di era modern agar anggota tidak goyah oleh tekanan sosial.
“Penggunaan hijab bukanlah penghalang untuk tetap beraktivitas, bergabung dalam organisasi, bekerja, maupun memberikan pengaruh positif serta terus berkembang dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya kepada Onoff.id, Kamis (8 Oktober 2026).
Ia menilai tantangan terbesar anak muda saat ini bersumber dari media sosial dan gaya hidup.
“Pengaruh media sosial seringkali membuat seseorang merasa lebih menarik atau disukai jika tidak berhijab demi mengejar jumlah views atau penikmat konten. Padahal tujuan utama berhijab adalah untuk menutup aurat, meski tetap bisa berpenampilan modis,” jelas Sopha.

Ajang Dakwah
Untuk menjaga konsistensi para anggota dari gempuran tren tersebut, komunitas ini rutin menggelar agenda bulanan dengan lokasi berpindah-pindah, mulai dari hotel, taman, hingga masjid.
Agenda rutin ini meliputi rangkaian kegiatan kreativitas, kajian, olahraga, hingga aksi sosial.
Program kegiatan pun sengaja dikemas interaktif dan relevan dengan tren anak muda, seperti kajian kampus, olahraga pilates, hingga lokakarya kreatif pembuatan cermin resin.
Hijabers Community Lampung juga memberi ruang bagi internal anggota untuk menjadi narasumber, sponsor acara, hingga mempromosikan produk UMKM milik sendiri.
Ke depan, komunitas ingin menghelat ajang dakwah dan pemberdayaan berskala besar bertajuk Hijabers Community Day.
Acara ini direncanakan akan menggabungkan kajian agama, olahraga, pameran busana, dan bazar kuliner bersama mitra lokal.
Sebagai penutup, Sopha turut berpesan kepada seluruh muslimah agar terus semangat berkarya dan menunjukkan potensinya.
“Hal yang paling mendasar adalah pentingnya terus haus akan ilmu agama dan menjaga keimanan agar kehidupan tetap terarah. Karena ilmu agama sangat berpengaruh dalam menjalani peran sebagai istri dan ibu rumah tangga, seperti dalam mendidik anak, bersabar, dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” pungkas Sopha.(*)

