Share This Article
Pemerintah Provinsi Lampung membuka akses sekolah unggulan bagi siswa berprestasi dari wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) melalui program Kelas Cangkok. Program ini menyasar anak yang memiliki potensi akademik maupun nonakademik, tetapi terkendala ekonomi dan keterbatasan fasilitas pendidikan.
(Onoff.id): Pada 2026, sebanyak 30 siswa mengikuti program tersebut. 15 siswa di antaranya ditempatkan di SMAN 2 Bandar Lampung. Sedangkan 15 berikutnya di SMAN 9 Bandar Lampung untuk mengikuti pembelajaran selama satu tahun.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan program ini dibuat agar pendidikan berkualitas tidak hanya dinikmati siswa di perkotaan.
“Kita ingin anak-anak yang punya potensi, tetapi berada di daerah dengan keterbatasan akses, juga mendapatkan kesempatan yang sama. Mereka kita bawa ke lingkungan pendidikan yang lebih lengkap agar potensinya bisa berkembang,” kata Thomas.
Biaya Hidup Ditanggung
Pemprov Lampung tidak hanya memindahkan siswa ke sekolah tujuan. Selama mengikuti program, peserta mendapat asrama, makan dan minum, seragam, kebutuhan pembelajaran, serta fasilitas penunjang lainnya.
Dengan dukungan itu, siswa dapat fokus belajar sekaligus membangun kepercayaan diri. Mereka diharapkan berani bersaing dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Target kita bukan hanya mereka selesai mengikuti program. Kita ingin mereka punya cita-cita yang lebih tinggi, termasuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Karena itu, pembinaan mereka harus berkelanjutan,” ujarnya.
Pemprov Lampung bahkan membuka gagasan untuk melanjutkan pembinaan peserta hingga perguruan tinggi. Dengan demikian, Kelas Cangkok tidak berhenti pada masa belajar mereka di jenjang SMA.

Thomas menilai anak-anak dari berbagai pelosok Lampung merupakan aset daerah yang harus disiapkan sejak dini. Kondisi geografis dan ekonomi, katanya, tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih masa depan.
“Kita ingin kondisi geografis dan ekonomi tidak menjadi alasan seorang anak kehilangan kesempatan untuk meraih masa depan. Anak-anak ini adalah aset Lampung yang harus kita siapkan sejak sekarang,” katanya.
Melalui program yang menjadi salah satu kebijakan pendidikan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal ini, peserta diharapkan membawa pengalaman dan pengetahuan baru ke daerah asal. Mereka juga diharapkan menjadi contoh bagi siswa lain dan ikut mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Lampung.(*)

