Share This Article
Maraknya temuan Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Bandar Lampung mendapat perhatian serius dari banyak kalangan. Angka ini menempatkan Bandar Lampung sebagai wilayah dengan catatan kasus HIV tertinggi di Provinsi Lampung.
(Onoff.id): Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung mencatat, dari rentang Januari hingga Desember 2025, terdapat 333 kasus baru HIV di Ibu kota Provinsi Lampung.
Menanggapi fenomena tersebut, Ketua DPC PKB Kota Bandar Lampung yang juga seorang dokter, Zam Zanariah, menegaskan bahwa angka yang tercatat saat ini sejatinya merupakan fenomena gunung es.
Jumlah penderita di lapangan diperkirakan jauh lebih besar dari data resmi yang terlaporkan.
“HIV ini suatu fenomena gunung es. Terlihat kasusnya 333 kasus.Padahal aslinya enggak segitu, lebih besar dari itu. Ada yang terlaporkan, ada yang tidak,” ungkapnya.
“Ada gejala-gejala yang seolah-olah cuma penyakit x, padahal basic penyakitnya HIV,” kata Zam Zanariah kepada Onoff.id saat ditemui di aksi donor darah di Kelurahan Kemiling Permai, Bandar Lampung, Selasa (25 Agustus 2026).
Menurutnya, jembatan utama penularan HIV terjadi melalui kontak darah serta hubungan seksual yang tidak aman.
Selain itu, ibu hamil yang terinfeksi HIV berpotensi menularkan virus kepada bayinya, baik selama masa kehamilan, saat proses persalinan, maupun melalui ASI saat menyusui.
Ia menilai ada beberapa faktor mendasar yang memicu melonjaknya kasus HIV di Bandar Lampung. Faktor tersebut seperti kurangnya edukasi agama di lingkungan keluarga yang menjadi fondasi utama benteng diri.
Di sisi lain, pendidikan seks (sex education) masih dianggap tabu dan belum masuk ke dalam kurikulum sekolah. Padahal pemahaman medis sangat krusial bagi remaja.
Selanjutnya, imbuh Zam Zanariah, terlalu minimnya pengetatan dan pengawasan pembatasan usia di tempat hiburan malam. Kondisi ini memberi celah bagi perilaku berisiko.
Dan yang tak kalah genting adalah maraknya peredaran narkoba, khususnya yang menggunakan media jarum suntik secara bergantian.
Kenali Cara Penanganan
Kendati harus menjauhi perilaku yang berpotensi tertular HIV, Zam Zanariah mengimbau masyarakat agar tidak menjauhi penderita HIV secara berlebihan. Atau hingga mengisolasinya dari interaksi sosial harian.
“Kalau dengan anggota keluarga, selama tidak ada kontak darah ketemu darah, maka tidak akan menular. Pakai alat makan bersama, berpelukan, berjabat tangan, cium kening, hingga memakai WC atau tempat tidur bersama pun tidak menularkan HIV,” jelasnya.
Namun, ia mengingatkan pentingnya pengobatan rutin bagi penderita HIV guna mencegah infeksi penyerta seperti Tuberkulosis (TBC). Sebab, penurunan sistem imun pada penderita HIV, akan membuat tubuh rentan terserang TBC yang menular melalui percikan udara.
Meski demikian, TBC dapat disembuhkan total jika ditangani dengan tepat, sehingga masyarakat tidak perlu panik atau mengucilkan penderita.
Terkait kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan penularan penyakit melalui donor darah, Zam Zanariah memastikan bahwa seluruh kantong darah yang terkumpul di UDD PMI Provinsi Lampung telah melewati tahapan screening uji saring laboratorium yang sangat ketat.
Setiap kantong darah diuji secara individual menggunakan reagen khusus. Tujuannya untuk mendeteksi berbagai penyakit infeksi menular, termasuk HIV dan Hepatitis sebelum disalurkan kepada pasien.
Ajakan Dibarengi Tindakan
Melalui momentum ini, Zam Zanariah menekankan bahwa pencegahan HIV dan kampanye hidup sehat tidak boleh sebatas imbauan kata-kata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Kita memulai dengan mengajak. Sebab kalau kita cuma berharap saja agak sulit. Kalau kita memberi wahananya, lokasinya, tempatnya, dan kemudian kita mengeksekusinya, mudah-mudahan itu lebih jelas, daripada sekadar mengajak masyarakat untuk berbuat baik,” urainya.
Namun, Zam Zanariah kembali menekankan, semua upaya tersebut butuh fondasi yang kuat yakni iman.
“Sekali lagi saya ulang, pendidikan agama dari keluarga dan sekolah, menjadi benteng pertama bagi seseorang dalam menjalani pergaulan. Kalau imannya sudah kokoh, Insya Allah jauh dari HIV dan tindakan negatif lainnya,” pungkasnya. (*)

