Share This Article
Kekeringan mulai meluas di hampir seluruh kabupaten dan kota di Lampung. Kondisi ini mendorong pemerintah memperkuat distribusi air bersih, sekaligus mengingatkan petani agar menyesuaikan masa tanam dengan ketersediaan air.
(Onoff.id): Kepala Pelaksana BPBD Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, mengatakan laporan kekeringan terus masuk dari berbagai daerah. Berdasarkan analisis Pusdalops, sebarannya kini hampir merata di Lampung.
“Laporan terkait kekeringan selalu masuk. Datangnya merata, hampir dari seluruh kabupaten di Lampung,” kata Rudy, Jumat (28 Agustus 2026).
BPBD Lampung kini memperkuat penanganan kebutuhan air bersih. Pemprov Lampung juga mendukung BPBD kabupaten/kota dengan kendaraan untuk mendistribusikan air ke wilayah terdampak.
Debit Way Seputih Anjlok
Tekanan akibat kekeringan juga dirasakan sektor pertanian. Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, meminta petani di Lampung Tengah, Metro, dan Lampung Timur yang bergantung pada Sungai Way Seputih tidak memaksakan musim tanam III pada September-Desember 2026.
Imbauan itu muncul setelah debit Way Seputih turun drastis. Dari kondisi normal sekitar 52 meter kubik per detik, debit sungai kini hanya 0,09 meter kubik per detik.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada pasokan air irigasi. Karena itu, penanaman yang dipaksakan berisiko menekan produksi pertanian di tiga wilayah tersebut.
“Kalau penanaman tetap dipaksakan berpotensi menekan sektor pertanian di wilayah tersebut,” ujar Elroy.
Menurut dia, pemerintah telah memprediksi kondisi tersebut sejak awal tahun. Pola tanam juga sudah dibahas melalui komisi irigasi kabupaten dan provinsi dengan mempertimbangkan ketersediaan air serta data musim BMKG.
Kekeringan Picu Ancaman Karhutla
Kemarau panjang juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. BPBD Lampung mencatat 194 titik panas terdeteksi hingga 25 Agustus 2026.
Luas lahan terbakar mencapai sekitar 4.800 hektare. Kawasan Taman Nasional Way Kambas menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius.
Pemadaman menghadapi kendala akses dan keterbatasan sumber air. Untuk memperkuat penanganan, BNPB mendukung Lampung melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Dua helikopter water bombing juga disiagakan di Bandara Radin Inten II. Armada itu dipersiapkan untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit dicapai melalui jalur darat.(*)

