Share This Article
Pemprov Lampung menggerakkan kekuatan lapangan lewat kolaborasi bersama ribuan penyuluh pertanian. Sebanyak 1.248 petugas terjun langsung mengamankan ketahanan pangan daerah, sekaligus menyelaraskan target swasembada nasional.
(Onoff.id): Kekuatan kolaborasi ini melibatkan 682 penyuluh berstatus Pegawai Negeri Sipil dan 566 penyuluh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Para petugas bergerak di Balai Penyuluhan Pertanian kecamatan untuk mendampingi petani secara intensif.
Fokus pendampingan mencakup pengawalan tanaman padi sebagai komoditas strategis nasional. Para penyuluh juga menggenjot produktivitas tanaman lokal unggulan Lampung seperti singkong dan jagung.
Sinergi tenaga lapangan tersebut memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mempercepat realisasi program Desa Berjaya. Seluruh langkah merujuk pada Surat Edaran Bersama Menteri Pertanian dan Menteri Dalam Negeri tentang penguatan ketenagaan penyuluhan.
“Surat edaran itu menjadi dasar koordinasi antara pusat dan daerah dalam mengoptimalkan peran 1.248 penyuluh. Tujuannya mengamankan produksi pangan nasional seperti padi, sekaligus mengakomodasi komoditas lokal kita seperti singkong dan jagung,” terang Kadiskominfotik Lampung, Ganjar Jationo, Senin (12 Oktober 2026).
Aturan tersebut. Imbuhnya, mengamanatkan kepala daerah tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk menjamin kelembagaan penyuluhan berjalan terintegrasi.
“Pemerintah daerah berkewajiban mendukung kelancaran penyuluhan melalui penganggaran yang sesuai ketentuan serta menyampaikan laporan evaluasi secara berkala setiap enam bulan,” terang Ganjar.
Pembiayaan gaji pokok seluruh penyuluh tetap ditanggung oleh pemerintah pusat. Sedangkan pemerintah daerah memfokuskan dukungan pada efektivitas kerja sama operasional di lapangan.(*)

