Share This Article
Sebanyak 12 juta peserta didik di madrasah swasta tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah guliran kebijakan pendidikan gratis nasional.
(Onoff.id): Dominasi lembaga swasta yang mencapai 95,4 persen dari total satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama menuntut kehadiran negara secara adil dan merata.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengungkapkan potret pendidikan keagamaan di Indonesia sepenuhnya ditopang oleh kontribusi masyarakat melalui yayasan dan lembaga mandiri.
Dari total 88.124 madrasah di seluruh tanah air, porsi lembaga negeri sangat minoritas yaitu hanya 4.085 unit atau 4,6 persen saja.
“Fakta ini menunjukkan bahwa peran terbesar penyelenggaraan pendidikan madrasah ditopang oleh masyarakat melalui lembaga swasta,” ujar Nasaruddin dalam Rapat Tingkat Menteri Penguatan Pendidikan Nasional, seperti dilansir Kemenag.go.id, Kamis (1 Oktober 2026).
Tidak Diskriminatif
Menag Nasaruddin juga meminta negara wajib mengawal prinsip non-diskriminasi. Sehingga skema pembebasan biaya sekolah tidak hanya dinikmati oleh lembaga pendidikan umum milik pemerintah.
Sebab, jika pengabaian ini terjadi, jutaan anak di madrasah swasta dan pesantren berisiko mengalami marjinalisasi mutu.
Selain sektor madrasah, Nasaruddin menambahkan, pihaknya juga meminta perhatian khusus juga diarahkan pada ekosistem pesantren, seperti Satuan Pendidikan Muadalah dan Pendidikan Diniyah Formal yang mengasuh ratusan ribu santri secara swadaya.
Dukungan fiskal yang berkeadilan menjadi kunci agar kontribusi Kemenag yang menyumbang rata-rata 17,64 persen terhadap Angka Partisipasi Kasar nasional tetap terjaga.(*)

